MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Tuesday, November 21, 2017

Magang Part #4 (Drama Ojol)


Baca cerita sebelumnya dulu di sini. 

Karena udah bingung, gue pun tetap pesan ojek online. Bodo amat dah, jadi gembel, gembel dah. Yang terpenting sekarang gue harus nyampe kantor dulu. Urusan duit, dihitung nanti aja.

Gue pesen gojek. Eh di cancel.

Order pake grab. Eh di cancel lagi.

Nyoba uber. Eh di cuekin. Iyalah, soalnya gue beneran nguber-nguber ojek online yang lewat secara manual, mereka bukannya berhenti, eh malah pada nyuekin gue.

Saturday, November 11, 2017

Magang Part #3 (Rush Hour)

Baca cerita sebelumnya dulu di sini. 

“mas kartu saya ketelen nih, gimana nih, wah parah!?” gue nanya sambil mau nangis ngomel ke petugas Indo*maret.

“wahh, mas korban ke-3 hari ini berarti. Kayaknya mesinnya emang lagi rusak, mas” si petugas memberi keterangan yang sangat bangsat.

KALO TAHU RUSAK KENAPA NGGAK DI KASIH TULISAN, WOYYYY!!!

INI KARTU ATM GUE GIMANA YA ALLAH :(

Sore itu setelah ngambil duit, atm gue ketelen dan nggak keluar-keluar lagi. Gue langsung stress. Mana sekarang udah hari Jumat. 

Dan udah sore.

Friday, November 3, 2017

Magang Part #2 (Gue Panik)



Baca cerita sebelumnya dulu di sini. 

Di mana-mana, yang namanya mencari kotsan itu selau merepotkan, ya. Susah banget ketemu kost yang harga, susasana, dan tempatnya strategis. Dari tiga hal ini selalu aja kita cuman bisa dapat dua.

Harganya murah, terus suasana enak tapi lokasinya jauh.

Atau.

Suasananya enak nih, lokasinya juga strategis. Kemana-mana deket. Ehh harganya ngajak berantem.

Atau.

Tempatnya mantap, harganya juga pas, eh suasana kostnya, udah kayak markas belanda yang terbengkalai karena ditinggal ternak lele.

Thursday, September 28, 2017

Magang Part #1 (Perawalan)

Setelah fix diterima magang di salah satu agency di daerah Jakarta Barat. Gue menemukan masalah-masalah baru. Mulai dari naik apa ke Jakartanya lalu tinggal di mana selama di sana. Karena hidup gue tidak pernah di planing dengan baik, akhirnya gue membiarkan saja semuanya terjadi begitu saja. Pokoknya let it flow aja dah.

Dalam surat magang, gue menuliskan akan memulainya per tanggal 22 Mei, padahal pameran tugas akhir di kampus baru kelar tanggal 18 Mei, sore hari. Mepet banget memang. Gue juga nggak memperhitungkan kapan enaknya mulai magang dan nggak tahu kapan acara pameran yang maha kampret ini akan selesai. Yaudah, gue ngasal aja nulis tanggal mulai di surat pengajuan magang.

Tanggal 18 Mei, malam hari. Gue iseng cek harga tiket pesawat dari Malang ke Jakarta. Masyaallah, harga tiketnya mahal banget. Kalau gue tetap ngotot naik pesawat, sampai di Jakarta bukannya magang gue malah harus jual ginjal dulu untuk menutupi biaya hidup.

Saturday, August 12, 2017

Ajang Pencarian Bakat dan Suara Misterius

Gue suka nonton acara-acara pencarian bakat. Terutama bakat dibidang tarik tambang suara. Dari yang paling keren kaya American Idol. Sampai yang paling absurd kayak Arab idol. Nonton Arab idol itu udah kaya nonton lomba hafidz. Lagu apapun yang mereka nyanyikan, semua terdengar seperti ‘mengaji’ di telinga gue.

Kalau di Indonesia hampir semua acara pencarian bakat suka gue tonton. Tapi, gue paling suka nonton waktu bagian audisinya aja. Indonesian idol, X-factor, sampai D’academy dangdut.  Tapi yang paling keren waktu nonton audisi ‘aku anak Biskuat’ sih. Itu juara banget. Semua terlihat natural dan tanpa dibuat-buat.

Gue selalu suka nonton bagian audisnya. Nggak tahu kenapa gue suka aja ngetawain penderitaan orang.

Monday, July 24, 2017

Magang dan Sosial Media

Howayyyyy, ih gila ya. Udah umur 21 tahun. Udah ngeblog 6 tahun opening blog masih gini-gini aja, nggak ada kemajuan. Dasar gue ganteng.

Yha,

Dan jokesnya pun masih gitu-gitu aja.

Kalo gue awali postingan ini dengan kalimat “bingung nih mau posting apa” kira-kira akan menimbulkan reflek apa ya dari netizen?

Bulan July ini gue belum ada posting satu tulisan pun, loh. Parah. Selain sibuk magang gue juga bingung, apa lagi dari diri gue ini yang bisa diceritain. Kayaknya semua berjalan gitu-gitu aja. Nggak ada yang begitu wah dan membuat netizen bertanya-tanya:

“ihh, Ichsan ngapain tuh.”

“ihh, Ichsan bikin apa tuh.”

Atau

“ih, Ichsan kena kasus apa tuh.”

Friday, June 16, 2017

Jalanan dan Problematikanya

Gue termasuk orang yang cukup banyak menghabiskan waktunya di jalanan, bukan. Gue bukan pengamen atau tukang minta-minta. Gue cukup sering lama di jalan karena kejebak macet atau nonton orang yang habis kecelakaan.

Di jalanan setiap harinya selalu ada hal yang menarik, selalu ada hal kampret yang membuat kita kesel dan pengin ‘nyumpah’. Nggak terkecuali gue. Gue termasuk ke dalam orang yang suka ngomel-ngomel kalo lagi di jalan. Liat ada yang aneh aja di jalanan pasti gue ngomel sendiri.

Sebenarnya selain macet, ada banyak hal yang bikin kita kesel waktu lagi berkendara di jalanan. Beberapa yang baru-baru ini gue alami udah gue tulis di bawah. Yaudah langung aja, ini adalah tentang jalanan dan problematikanya, here we go:

Monday, May 8, 2017

Kunjungan Pagi

Semua cowo pasti pernah punya kenangan tentang cewek yang tidak sengaja bertemu disebuah tempat dan langsung suka. Bodohnya cowok-cowok ini tidak berani berkenalan dan wanita itu pun pergi begitu saja. Hilang begitu saja. Lalu jadian sama teman dekat kita.

YA ENGGAK LAH.

Gue adalah salah satu diantara daftar cowok bodoh itu. Ceritanya begini. Sewaktu hari pertama masuk SD gue adalah anak yang pendiem banget. Gue pendiem bukan tanpa alasan. Pertama, waktu itu hari pertama masuk SD. Kedua, orang tua gue nggak ada yang nemenin pas hari pertama masuk SD. Ketiga, karena gue nggak TK.

Demi tuhan, beban mental yang disandang anak SD yang tidak pernah TK itu berat teman-teman. Kebanyakan anak di SD itu adalah temen-temen mereka di TK. Sedangkan gue. Gue nggak pernah mendapatkan masa keemasan itu. Hasilnya gue jadi cowo kesepian di hari pertama masuk SD.

Thursday, April 20, 2017

Karena Hal Sederhana ?


Waktu lagi sendiri dan bingung mau ngapain, kita suka mengingat-ingat beberapa hal bodoh yang seharusnya dulu tidak kita lakukan. Kita sering menyepelekan sebuah kekecewaan. Rasanya ini hal sepele, padahal kalau kita letakan kaca pembesar di sana, bisa jadi kekecewaan yang dulu itu sebuah kekecewaan yang besar.

Waktu masih kelas tiga SD, gue pernah menyesal karena mandi hujan  sendirian selepas istirahat sekolah. Gue mandi hujan sendirian karena teman-teman gue masih mau hidup lebih lama di bumi ini. Mereka takut dimarahi guru sekaligus takut dimarahi orang tuanya ketika ketahuan pulang sekolah dengan keadaan tidak seperti anak SD pada umumnya.

Baju gue basah kuyup, mata gue merah, ketek gue belum berbulu, gue pun pulang dan meninggalkan tas serta buku-buku pelajaran di sekolah. Btw jarak dari rumah gue ke sekolah cuma sekitar 40 langkah. Selesai bilas di rumah, rencananya gue mau balik ke sekolahan lagi. Tapi, dunia terlalu kejam.

Wednesday, March 1, 2017

Pake Kamera Hape Saya Ya

Sebelum kalian tersesat lebih jauh, ada baiknya baca postingan sebelumnya di sini. Biar nggak hilang arah. cukup ‘dia’ aja yang hilang-hilangan. Baca cerita gue jangan.

***
Mungkin kalian pikir, perkara membuat SIM ini terdengar gampang dan biasa aja. Ini memang belum seberapa, perjuanggan yang sesungguhnya barulah akan dimulai.

Map sudah ditangan. Karena bingung harus gue apakan map dan data-data yang udah dibawa ini, gue pun melihat-lihat ke arah orang-orang yang juga sudah mempunyai map. Dan ternyata kita semua sama. Sama-sama bingung.

INI MAPNYA DIAPAIN YA ALLAH :(

Thursday, February 23, 2017

Paling D

Gue tadi nggak kuliah pagi. Nggak tau kenapa perasaan gue males aja hari ini untuk bangun jam 7 dan berangkat ngampus. Jadinya gue memilih untuk melanjutkan tidur dan bangun jam 11 siang. Ia gue ngebo. Masalah?

Sebenarnya jam 1 lewat 10 nanti ada mata kuliah lain yang harus gue ikutin. Tapi, nggak tau kenapa perasaan gue berkata:

MENDING LANJUT TIDUR AJA.

Karena gue percaya sebuah quote dari filsuf terkenal yang berkata: jika kamu tidak tahu harus percaya kepada pendeta atau pendusta, maka percayalah pada perasaan mu sendiri.
Gue pun memilih kembali tidur. Karena gue sangat percaya dengan perasaan ini. Jam 11 gue bangun lalu lanjut tidur. Jam 1 gue kebangun buat pipis. Mengecek hape. And you know what? DOSENNYA NGGAK MASUK.

Perasaan memang nggak pernah salah.

Thursday, February 9, 2017

Perjuangan Membuat SIM

Sebenarnya sudah lama gue ingin menulis soal ini. Yha, prihal pembuatan SIM. Sewaktu liburan semester kemarin, karena nggak ada kerjaan dan gak punya kesibukan yang berarti juga, akhirnya iseng-iseng gue pengin bikin SIM. Perkiraan gue bikin SIM C dan SIM A pasti nggak berbeda jauh. Berbekal pengalaman waktu bikin SIM C yang memang hanya membutuhkan waktu satu hari (tanpa nyogok). Gue pun mantab untuk meneruskan rekor itu.

“hari ini harus langsung jadi”

Kalimat itulah yang gue ucapkan ketika baru bangun tidur dan bersiap pergi ke kantor polisi. Jarak dari rumah ke kantor polisi itu cukup jauh, gue harus menyebrangi sungai dan melewati gunung. Gunungnya kebetulan bukan gunung kembar seperti yang ada di otak kalian.

Wednesday, January 25, 2017

Jadi Power Rangers

Di kamis sore yang mendung itu, gue lagi duduk-duduk ganteng di balkon kostan, angin lagi kenceng-kencengnya. Semua jemuran anak kos terpencar entah kemana. Tapi, gue tidak menghiraukannya. Gue tetep duduk dan memandang langit senja yang mulai berubah menjadi orange.

Gak lama kemudian gue tersadar, tadi pagi kan gue cucian, lahh, berarti jemuran yang tepencar kesana kemari itu…..punya gue dong. Kampret.

Ya, gue kalo udah ngelamun bisa se-ekstrim itu. Bisa nggak menyadari bahwa disaat gue lagi ngelamun, mungkin aja keadaan di sekitar gue nggak mengizinkannya. Mau ada gempa kek, kerusuhan kek, palek tek-tek kek, ehh bentar, nah kalo ada palek tek-tek yang lewat, lamunan gue baru bisa dengan sendirinya tehenti. Biasa lah, anak kost, kelaparan-tapi-nggak-punya-uang-dan-malas-jalan-itu-adalah-nama-tengah-kami.

Sunday, January 1, 2017

Wisata Pantai Terbaik di Indonesia

“Pecahkan saja gelasnya biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?

Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?”

Penggalan puisi di atas gue tahu dari film AADC, film yang romantis buat mereka yang kisah SMA nya hanya di isi dengan pacaran dan jalan-jalan. Beda sama gue yang bukan anak SMA tapi SMK, kerjanya bukan hedon-hedon kaya anak SMA, tapi membongkar mesin……mesin jahit.

Yang paling gue suka dari puisiini adalah bagia akhirnya. Lebih tepatnya baris paling akhir.

“atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai”
Back to top