MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Thursday, February 23, 2017

Paling D

Gue tadi nggak kuliah pagi. Nggak tau kenapa perasaan gue males aja hari ini untuk bangun jam 7 dan berangkat ngampus. Jadinya gue memilih untuk melanjutkan tidur dan bangun jam 11 siang. Ia gue ngebo. Masalah?

Sebenarnya jam 1 lewat 10 nanti ada mata kuliah lain yang harus gue ikutin. Tapi, nggak tau kenapa perasaan gue berkata:

MENDING LANJUT TIDUR AJA.

Karena gue percaya sebuah quote dari filsuf terkenal yang berkata: jika kamu tidak tahu harus percaya kepada pendeta atau pendusta, maka percayalah pada perasaan mu sendiri.
Gue pun memilih kembali tidur. Karena gue sangat percaya dengan perasaan ini. Jam 11 gue bangun lalu lanjut tidur. Jam 1 gue kebangun buat pipis. Mengecek hape. And you know what? DOSENNYA NGGAK MASUK.

Perasaan memang nggak pernah salah.

Itulah alasan kenapa jangan pernah menyakiti perasaan orang lain. Kalau kalian menyakiti perasaan orang lain. Kasihan mereka. Pada siapa lagi mereka akan percaya. Pada siapa lagi mereka akan mengadu. Karena alasan untuk hidup sudah hilang. Sudah rusak. Sudah kalian sakiti.

Waktu kebangun jam 12 siang itu gue menyadari satu hal.

ANJIR, UDAH SEMESTER 6. GUE HARUS MAGANG DI MANA YA ALLAH :(

Random banget memang. Gue sampe sedih sendiri. Ini gue bentar lagi harus nyari tempat magang tapi portfolio aja belum bikin. Mau magang ke mana juga nggak tau? Mau ke perushaan mana juga nggak tau? Mau-maunya percaya sama kalimat ‘kita cuman temenan, kok’.

Ada beberapa perusahaan. Emmm bukan perusahaan juga sih, anak-anak kelas gue lebih suka menyebutnya ‘studio’. Yha, beberapa studio yang udah gue targetin.

Karena magang ini akan berpengaruh sekali dengan skill dan kesukaan serta spesialisasi gue. Maka gue nggak boleh salah pilih studio. Ada banyak jenis studio untuk anak desain.

Studio komik, animasi, illustrasi, photography, videography, branding, pokoknya banyak. Nah, kalo gue lagi ngaca dan bertanya kepada diri sendiri. Sebenarnya gue maunya ke mana sih ? gue nyamannya di mana sih ? gue kok bisa sih di tinggalin dengan alasan ‘aku mau fokus pendidikan dulu’.

Gue mungkin menjawab. GUE NGGAK BISA APA-APA.

Goblok. Ya enggaklah. Gue percaya dengan kemampuan yang gue miliki. Pertama gue suka layout, kedua gue suka branding, ketiga gue suka typography.

Melihat dan mengukur dari minat yang gue suka. Sepertinya gue cocok di studio branding. Membuat layout dan melakukan rebranding pada sebuah perusahaan.

Untuk photography dan videography sebenarnya gue suka dan bisa juga. Nah, ini gue jelaskan sedikit ‘bisa’ itu penting. Karena dalam dunia desain suka aja belum cukup. Percuma kalo idenya luar biasa keren tapi eksekusinya cemen. Yha, dunia desain memang kejam teman-teman.

Untuk di dunia profesional memang ada orang yang kerjanya hanya berfikir dan mengajukan konsep. Kemudian yang mengerjakannya adalah orang lain atau biasa disebut ‘tukang desain’.

Sayangnya hal itu tidak berlaku di dunia pendidikan teman-teman. Saat kuliah, semua dilakukan sendiri. Brainstorming sendiri, mencari data sendiri, eksekusi pun sendiri.

Makanya. Jangan pernah menyamakan pekerjaan orang yang lagi kerja profesional dengan orang yang lagi menempuh pendidikan. Banyak hal berbeda yang kadang suka kita lupakan dan kesampingkan begitu saja, ceilah.

Untuk masuk ke photography dan videography minimal kita sendiri punya alat-alat untuk menunjang proses kreatif yang akan dikerjakan. Minimal punya kamera dan PC super lah ya.

Sementara gue ?

Gue punyanya cuman daki dan dosa. Sudah jelas bahwa dua hal ini sangat tidak berguna dalam dunia photography apalagi videography.

Maka dari itu gue hanya fokus  mencari studio brand. Setelah mengetahui bidang apa yang gue pilih. Selanjutnya muncul masalah baru.

STUDIO BRANDING APA?

Ada banyak studio branding di Indonesia bahkan di dunia. Cuman gue nggak tahu dari sekian banyak itu studio mana aja yang menerima internship/magang. Gue udah coba nanya lewat email beberapa perusahaan yang cukup membuat gue tertarik tapi mereka nggak mencantumkan opsi career/internship di sana.

Bahkan sampai sekarang nggak ada stau pun perusahaan yang mau membalas email gue itu. Ya mungkin karena pertanyaannya nggak penting juga kali ya. Kayaknya gue harus langsung bikin portfolio dan mengirimkannya langsung tanpa harus nanya.

Perkenalkan, nama saya Ichsan ramdahani, saya dari Univ xxxxxx ingin bertanya.
Apakah di tempat ini menerima mahasiswa magang. Jika menerima apa kah syarat-syarat yang dibutuhkan?

Berapa kah gaji anak magang ? apakah anak magang mendapat uang makan? Apakah anak magang mendapat asrama ? apakah anak magang mendapat fasilitas mobil kantor dan sksertaris wanita berdada besar

Terima kasih.

Sepertinya jangankan dibalas. Dibuka aja mungkin nggak. Langsung didrag menuju ikon tong sampah.

Agak pusing juga dengan urusan magang ini. Sepertinya kampus gue agak kebolak-balik menentukan penyusunan mata kuliah dan progarm magang. Dijadwal perkuliahan gue. Magang dilakukan minimal setelah melewati semester enam. Dan biasanya dosen meminta pada liburan semester genap yang durasinya tiga bulan itu (transisi dari semester 6 menuju semseter 7) kita melakukan praktik magang. Agar disemseter 7 nya nggak kewalahan karena hanya libur satu bulan dan waktunya mepet.

Kalau mau magang jelas harus punya portfolio. Ini wajib hukumnya untuk jurusan desain. Kalau jurusan lain gue nggak tahu. Anehnya. Magang semester enam. Eh, matakuliah portfolio baru ada semester tujuh. Kan nggak match jadinya. Kalau goal utama dari matakuliah portfolio adalah mempermudah mahasiswa membuat portfolio agar bisa diajukan ke sebuah perusahaan sebagai syarat untuk mendapat kerja/magang, ya tujuan ini jadi nggak berguna karena semester enam kemarin kita udah bikin portfolio pribadi.

Bener nggak gue?

Kalo gue sih mikirnya gini, harusnya kita menempuh matakuliah portfolio dulu, baru program magang, jadi kita nggak perlu menyusahkan diri untuk membuat portfolio dua kali. Lebih efisien kan jadinya. Tapi, ini kan menurut pendapat gue aja ehehe.

Sebenarnya gue baru akan magang sekitar bulai Mei, tapi. Mendengar cerita dari kakak tingkat, proposal dan portfolio magang itu seengaknya dikirimkan 3 bulan sebelum proses magang dijalani. Lah gue boro-boro mau ngirim. Bikin aja belum :(

Makanya gue mulai menargetkan. Pokoknya Pebruari akhir ini minimal portfolio udah jadi. Nggak tau mau diisin apaan. Pokoknya yang penting jadi dulu.

Sejauh ini sih gue udah nyicil bikin covernya doang. Itu pun absurd banget.

Yha, Warnanya girly sekali memang. Terima Kasih.
 Nanti awal Maret dikirimin deh ke studio-studio yang masuk dalam radar incaran yang ada di Jakarta, Bandung atau Jogja. Gue nggak bisa magang di Malang. Soalnya dosen PA (pembimbing akademik) udah mewanti-wanti dan memberi ultimatum bawasannya sebisa mungkin anak DKV magangnya harus keluar wilayah Malang. Kalau bisa keluar area Jawa Timur malah. Di Malang ya boleh. Cuman ya nilainya paling ‘D’.

PALING D.

GUNDULMU!!!

Bangke bener. Enak banget ngomong paling ‘D’. Tapi, ya walaupun nggak diberi ultimatum begitu. Sepertinya gue akan tetap mencari tempat magang yang jauh. Soalnya sayang juga udah kuliah jauh-jauh gini masa magangnya di sini-sini juga. Momen magang ini harus gue jadikan sebagai saat dimana gue akan keluar dari zona nyaman. Hasik.

Dulu dari Samarinda ke Malang juga alasannya begitu. Sekarang dari Malang dan nggak tau mau ke mana. Alasannya gitu lagi. Kesimpulannya adalah:

Gue tidak kreatif. Terima kasih.

Segini dulu aja kayakanyau. Gue masih agak puyeng ini kebanyakan memanjakan diri di atas kasur. Buat kalian yang udah baca, bantu doain gue ya biar dapat tempat magang yang sesuai dengan apa yang gue harapkan ehehehe. Wacaw ^^

21 comments:

  1. Magang di sini aja, San.

    Di Sumatera.

    Saran yang membangun, bukan? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue masih mau hidup lebih lama, do.

      Maaf. Maaf untuk keputusan ini.

      Delete
  2. Magang di samarinda seberang aja san. Sekalian pulang kampung. Eh emang ada studio branding di sana? Studio cetak foto aja cuma sebiji. Pas nyetak foto juga musti ditinggal dan nunggu 3 hari. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangkai, siapa bilang sebiji. Udah ada dua tauk.

      Tapi kemarin gue nyetak foto, masa per 4 lembar 20 ribu :(

      Delete
  3. Lah gue baru tahu ada mata kuliah portofolio. Dan kok kamppus lo rusuh gitu kebalik-balik jadwalinnya. :))

    Kalo ngeliat lo yang suka typo, bukannya lebih cocok di typography san? Magang sini lah kita main!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang nggak semua jurusan kuliah ada matkul porfolio, di.

      NGGAK ADA HUBUNGANNYA BIJIK.

      Delete
  4. lah masak porto malah ada setelah magang? untungnya dulu di kampusku porto makul pilihan jadi ngga tak ambil XD

    dulu jaman magang di jogja, ngga dapet fasilitas apa-apa. tapi pas akhir magang "ngepasi" ada acara pinasthika, and yes yes yes di gratis-i buat ikut pinasthika selama 3 hari full. alhamdulillah, nikmat Tuhan manakah yg kamu dustakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh berarti enak tuh kalo pilihan, boleh ngambil boleh enggak, kan.

      Rezeki mah emang nggak bisa di duga, ehehehe. Mantab itu.

      Delete
  5. Semangat ya, semoga dapat tempat magang sesuai yang diinginkan ^.^
    coba cari tempat magang di Bandung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat...
      Wahh, iya, Bandung jadi salah satu target kota sih, ehehe

      Delete
  6. makanya persiapin diri kak, buat ntar magang
    moga nanti maganya sukses ya, mangats!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, ini lagi siap-siap euy.
      Amin-amin. Thx

      Delete
  7. Di Jakarta boleh aja, sih, San. Namun, kayaknya terlalu keras untuk hidup. Apalagi kalau pas magang gak dapet gaji, kan. Wahaha.

    Jogja aja kalau gitu. Biar bisa main ke Alun-Alun Kidul. Oke, ini saran juga gak penting. Anjis, dapat C aja sedih, ini paling D. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia. konsekuensinya kan yang paling menantang itu ya. Jakarta is hard dude. hahaha

      Gue bayar kosan double anjer kalo magang beda kota bhahahah.

      (((alun-alun kidul)))

      Delete
  8. Magang d ogilvy mau ga San?
    Keknya cocok deh buat anak DKV, tempat gw kerja satu company soalnya sama Ogilvy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhh ini.
      mari berbicara lebih lanjut, di PM

      Delete
  9. Amiin, semoga lancar deh ya magangnya.
    semoga dapet gaji, dapet makan, dapet asrama, dapet sekertaris berdada besar juga... \^0^/

    Kalau boleh nyaranin sih mending nyari di Jogja aja, jangan di Jakarta, jakarta masih siaga 1 pendemo. kasian nanti kamu malah jadi ngga fokus magangnya.

    paling "D"
    bhahahha, D ngulang kan ya?


    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn.
      wahh itu harus lebih kenceng lagi tuh bilang aminnya.

      Jogja masuk daftar list sih, tapi mari kita lihat-lihat lagi eheheh.

      Delete
  10. Semoga lantjar djaja mas.
    Asem tenan.
    Paling D.
    Sak penak e nek matur.
    Tapi itulah kuasa dosen. wkwk

    ReplyDelete
  11. di dunia desain bener-bener kejem ya -_- suka aja belum cukup, tapi eksekusi harus mantap. Makanya aku lebih bisa dibilang penyuka desain aja sih. Sama sekali ga bisa ndesain wkwkw

    Dosen PA nya ya ampun. Dewa sekali ya. Paling D terdengar sangat-sangat-sangaaaat manis sekali -_-

    ReplyDelete

Terima Kasih buat kalian yang udah mau ninggalin komentar. Nggak perlu nyepam atau tebar link buat dapat feedback dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti bakal kasih feedback balik. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Back to top