MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Wednesday, January 25, 2017

Jadi Power Rangers

Di kamis sore yang mendung itu, gue lagi duduk-duduk ganteng di balkon kostan, angin lagi kenceng-kencengnya. Semua jemuran anak kos terpencar entah kemana. Tapi, gue tidak menghiraukannya. Gue tetep duduk dan memandang langit senja yang mulai berubah menjadi orange.

Gak lama kemudian gue tersadar, tadi pagi kan gue cucian, lahh, berarti jemuran yang tepencar kesana kemari itu…..punya gue dong. Kampret.

Ya, gue kalo udah ngelamun bisa se-ekstrim itu. Bisa nggak menyadari bahwa disaat gue lagi ngelamun, mungkin aja keadaan di sekitar gue nggak mengizinkannya. Mau ada gempa kek, kerusuhan kek, palek tek-tek kek, ehh bentar, nah kalo ada palek tek-tek yang lewat, lamunan gue baru bisa dengan sendirinya tehenti. Biasa lah, anak kost, kelaparan-tapi-nggak-punya-uang-dan-malas-jalan-itu-adalah-nama-tengah-kami.

Sunday, January 1, 2017

Wisata Pantai Terbaik di Indonesia

“Pecahkan saja gelasnya biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?

Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?”

Penggalan puisi di atas gue tahu dari film AADC, film yang romantis buat mereka yang kisah SMA nya hanya di isi dengan pacaran dan jalan-jalan. Beda sama gue yang bukan anak SMA tapi SMK, kerjanya bukan hedon-hedon kaya anak SMA, tapi membongkar mesin……mesin jahit.

Yang paling gue suka dari puisiini adalah bagia akhirnya. Lebih tepatnya baris paling akhir.

“atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai”
Back to top