MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Tuesday, June 30, 2015

UAS Perdana : Drag Me To Samarinda

Seharusnya tanggal 3 Mei adalah perkuliahan terakhir di kampus, malah untuk kelas gue tanggal 29 April itu UAS udah selesai, enak kan.

Rencana yang ada di dalam kepala gue adalah. Tanggal 29 selesai UAS, tanggal 1 Mei langsung booking tiket buat balik ke Balikpapan, tanggal 2 nya langsung ke Samarinda, ke rumah tercinta, ketemu orang tua, teman dan ehem pacar.

Tapi, semuanya benar-benar hanya rencana ketika ada sebiji mata kuliah yang harus di selesaikan tugasnya melewati tanggal 29 April sampai 3 Mei.

Saturday, June 20, 2015

Siap Jadi Pemenang Berikutnya Gak ?

Jika di dunia ini ada alat bernama hokimeter, mungkin tingkat ke-hoki-an gue berada di angka 0 bahkan minus. Ia, gue adalah orang yang jarang, bahkan gak pernah menang undian . Mulai dari undian jalan santai, undian ulang tahun kota Samarinda sampai undian Nasional *Itu ujian nasional woy* ohh beda yaa, oke sorry.

Gue masih ingat, nyokap pernah cerita, kalo dulu, zaman dia masih suka ikut arisan di komplek rumah, dia nggak pernah mau masang arisannya atas nama gue. Katanya, nama gue nggak bawa hoki, keluarnya selalu belakangan. Yang nyokap pasang selalu nama kakak-kakak gue. Kan gue iri, gue kan juga pengen  nama gue di bacain di tengah acara ibu-ibu yang lagi ngumpul ngocok arisan.

Thursday, June 11, 2015

Seru-seruan di #BringUs90s

Hari minggu kemaren, tepatnya tanggal  7 Juni 2015, gue dan anak-anak sekelas zaman SMK dulu, mau bikin rencana ngumpul gitu, sekalian datang ke acara reunian anak 90-an. Nama acaranya sih #Bringus90s. Seperti biasa, seperti kebanyakan acara reuni anak SMK, entah SMA entah SMK, isinya cuman wacana dan chat di group yang panjang buat ngatur ini itunya aja.

Pas hari H, sebiji pun gue nggak ngeliat temen sekelas yang datang kesana. Gue malah ketemu dengan teman-teman blogger Samarinda.

Wednesday, June 3, 2015

Gudangnya Toko Online ? Shopious.com Tempatnya!

Sebagai anak kekinian gue lebih suka belanja online dibanding harus pergi ke sebuah tempat perbelanjaan yang berbentuk fisik. Selain barangnya banyak yang kembar, pilihan warna dan modelnya juga kurang variatif. Terkadang gue harus bergreliya dari satu toko ke toko yang lain buat dapetin barang yang gue mau.

Bergreliya dari toko ke toko pun nggak menjamin gue bisa nemuin barang yang gue mau. Keselnya belanja ke toko yang berbentuk fisik itu, kita udah keliling-keliling ke semua toko yang kita tahu, kaki udah segede talas bogor buat jalan, tapi barang yang sesuai harapan dan selera nggak kunjung kita temukan. Rugi di bayar parkirnya aja jadinya, kan kampret.
Back to top