MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Thursday, April 21, 2016

Kangen Zaman SMK :)



Pemilihan kata ‘kangen’ sebagai judul postingan di blog emang terkesan labil. Apalagi gue udah bukan Anak SMA lagi, umur juga udah bukan belasan lagi. Tapi, ya mau gimana lagi. Cuman kata ini yang menurut gue pas banget untuk mewakili perasaan.

Kalo gue ganti menjadi ‘rindu’ misalnya. Kesannya kayak ini postingan bulan puasa. “rindu ramadhan”, “rindu lebaran”, “rindu mantan” Pas, terasa enak di baca. Maka untuk mewakili sebuah postingan masa lampau tentang  persahabatan ini, gue memilih bilang kangen mereka di banding bilang rindu mereka. Soalnya kalo bilang rindu berasa tua banget hahahha.

Saturday, April 16, 2016

Katanya Perjalanan Part 1

Buat gue perjalanan paling menarik itu adalah ketika kita bisa senang-senang dan gila-gilaan bareng sahabat. Gak perlu malu mau norak-norakan, gak perlu jaim mau telanjang-telanjangan. Seperti yang gue lakukan waktu liburan pertama semester satu dulu. Gue dan tiga orang teman pergi secara random ke salah satu pantai angker di Malang.

Kita nginep disana, kita terlantar disana, dan kita juga hampir dimakan hantu disana.
Gue kira itu adalah perjalanan terbaik gue, yaitu pergi bersama teman terdekat dan menjadi gila bersama. Tapi, semua jadi berubah ketika gue melakukan sebuah perjalanan baru.

Jadi begini *Nyeruput sianida*

Tuesday, April 5, 2016

Kotak Kematian


“Ahh, nggak mau tau. Zaman sekarang 20 ribu itu nggak bisa beli apa-apa mah,”

“Tapi mamah cuman punya uang segini, sekarang kita udah nggak kayak dulu lagi Rona”

“Ya, tapi masa aku sekolah bawa 20 ribu. Bisa di pake apa uang segitu, beli Lem Rajawali aja cuman dapet 2 kaleng kecil”

“Sementara di pake secukupnya dulu, rumah, kendaraan, pom bensin, bahkan panti pijet punya kita, sekarang udah di sita Bank. Apartemen ini juga cuman tinggal 1 minggu lagi bisa kita tempatin, setelah itu kita harus pindah dan cari kontrakan. kamu harus ngerti. Oh, iya lemnya beli 1 kaleng aja, sisanya di beliin antimo sama kuku bima aja”

Pagi itu, di sebuah apartemen, Rona dan mamahnya harus bertengkar kecil karena masalah uang saku. Rona yang biasanya membawa segepok uang seratus ribuan di dompetnya. Sekarang, mau tidak mau harus membawa 2 lembar uang pecahan sepuluh ribuan.

Alasanya tidak lain dan tidak bukan adalah kebangkrutan yang menimpah mamahnya. Semua aset berharga mereka ludes, utang di bank menumpuk dan menggunung, sama tingginya dengan tumpukan pakaian kotor di tempat laundry……..Laundrya Kandau. ITU LIDYA KANDAU, BANGSAT.
Back to top