MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Wednesday, November 14, 2018

Menunggu Wisuda


Setelah melewati sidang yang begitu ala-ala dan revisian yang nggak pernah selesai. Gue akhirnya wisuda. Cukup lama sebenarnya waktu yang gue buang-buang dari tanggal selesai sidang ke tanggal wisuda.

3 Agustus gue sidang.

6 Oktober baru wisuda.

Yah. 2 bulan menggangur dan leha-leha tanpa masa depan yang jelas.

Oh iya, hal pertama yang gue lakukan setelah beres sidang jelaslah hal yang berfaedah. Yaitu:

UPDATE INSTA STORY DONG!

WOYY GUE LULUS WOYY.

BOSAN NIH, MENJALANKAN IBADAH PUASA. SIDANG SKRIPSI AH.

SAYA KERJA DI MANA YA ALLAH :(

Sunday, July 29, 2018

Masih Membahas Skripsi

‘kamu mau sidang sebelum lebaran, nggak?’
‘mau, pak!”
‘yaudah, cepet selesaikan, pameran, terus urus surat sidangnya’
‘batasnya sampai kapan pak?’
‘seminggu dari sekarang’
‘INALILAHI’
***
Salah satu target dan menjadi resolusi sekaligus bucket list gue dalam menjalani hidup yang fana ini adalah bisa sidang skripsi sebelum lebaran dan bisa lulus tepat di semester 8. Selain agar terlihat keren ya karena UANG KULIAH GUE MAHAL. Siapa yang mau bayar kalo gue nambah semester?
Keinginan ini udah gue canagkan jauh-jauh hari. Karena waktu melihat jadwal skripsi dan lebaran, waktunya mepet banget. Bahkan lebih pendek dari biasanya.
Tahu sendiri kalau sebelum hari lebaran tiba, instansi pasti udah libur h-7 nya. Makanya sebelum libur itu datang gue harus udah sidang.
Banyak sekali drama-darma biadab yang terjadi sebelum gue sidang. Mulai dari syarat-syarat sebelum sidang yang ribetnya ampun-ampunan. Karena gue kuliah jurusan DKV (buat yang belom tahu, gue jelasin lagi. DKV adalah kependekan dari Desain Komunikasi Visual)

Friday, June 8, 2018

Memulai Skripsi

Semester 8 (delapan) ini gue termasuk orang yang beruntung diantara temen-temen yang lain. Gue nggak ada mengulang matkul, ipk juga lumayan, wajah juga masih tetap tampan.

Barakallah.

Berbeda dengan temen sekelas gue yang lain. Ada yang belum ngambil skripsi karena masih kesandung ngulang banyak matkul. Ada juga yang sibuk bisnis dan merelakan kuliahnya dinomorduakan dulu. Atau yang paling parah ada yang sibuk jadi gigolo.

Sementara gue? sebenernya pengin juga loh nunda-nunda ngambil skripsi ini. Cuman bingung aja, kalo gue nggak ngambil sekarang gue ngapain? Ngulang matkul juga enggak. Punya bisnis apa lagi. Nah kalo yang terakhir boleh itu.

Setelah gue hitung-hitung lagi, semester ini, temen sekelas yang ngambil skripsi cuman 13 orang dan 5 diantaranya udah give up. Udah bodo amat, mereka kompak mengulang semester depan aja.

Monday, May 28, 2018

Ingat, Ya! Sikap-Sikap ini Wajib Kamu Hilangkan Saat Liburan di Jepang

Siapa yang tidak ingin pergi ke Jepang? Negeri sakura memang selalu menarik untuk dikunjungi, dengan kekayaan budaya yang tidak kalah dibandingkan Indonesia. Banyak festival yang selalu digelar dan diramaikan oleh anak muda, orang tua, hingga wisatawan pun tak jarang diajak terlibat di dalamnya.

Selain keindahannya, masyarakat Jepang punya tatanan budaya yang tidak boleh dilanggar. Etika dan sopan santun sangat dijunjung tinggi di negara yang sudah sangat maju ini. Jadi, kalau kamu sudah punya tiket pesawat ke sana, atau masih berencana untuk berlibur ke Jepang, tidak ada salahnya sedikit memelajari aturan-aturan, terutama larangan yang tidak boleh dilanggar di Jepang. Apa saja?

1. Aturan Tegas Soal Sumpit
Sumber: Zorie Huang- flickr.com

Untuk alat makan khas ini, masyarakat Jepang mempunyai peraturan sendiri saat sedang makan. Misal, dilarang menancapkan sumpit ke semangkok nasi. Konon, tingkah ini akan menjadikan sumpit seperti dupa bagi arwah leluhur yang sudah meninggal, atau dengan kata lain, kode kematian.

Saturday, March 24, 2018

Mampus Lo!

2018 kok udah datang aja ya. Bingung gue gimana menyikapi tahun ini. Tahun ini cukup memilki banyak hal yang berkaitan dengan ‘masa berlaku’. Karena tahun ini plat motor gue yang dibawa buat kuliah di Malang masa berlakuknya udah mau habis.

Tahun 2018 juga masuk masa berlakunya SIM C gue yang juga udah mau habis, dan yang paling membuat makan tak nyaman dan tidur tak tenang adalah. Tahun 2018 gue masuk semester 8.

It means masa studi gue udah mau habis.

WAKTUNYA SKRIPSIAN JENDRAL!!!

Diantara banyaknya masa berlaku-berlaku ini, gue berasa jadi bego sendiri. Kayak kemarin waktu ngurus STNK motor di Samarinda. Gue lupa kalau STNK motor gue mati hampir 7 bulan. Pas gue inget-inget lagi, kok bisa mati? Lalu gue sadar, karena tahun 2017 kemarin kan gue nggak ada pulang kampung tuh, sibuk magang yang ala-ala itu.

Saturday, March 3, 2018

Ritual Menatap


Perempuan selalu terlihat menarik dalam kondisi apa pun. Berbeda dengan cowo, gandengan tangan pas nggak sengaja jalan seblahan dan berdempetan aja bisa langsung di judge homo sama society. Perempuan juga bebas mau ditaksir oleh siapa aja. Adek kelas, kakak kelas, teman sekelas. Semua terasa begitu normal.

Kalau cowok?

Dan jelek?

Jangankan ada yang naksir. Nggak ada yang ngeludahin aja udah syukur.

Nah, cowo ini adalah gue waktu zaman SMP. Waktu itu masih tahun ajaran baru. Gue nggak pernah nyangka kalau akhirnya gue bisa lulus SD dan masuk SMP. Perasaan gue dulu, SD itu lama banget. Terasa lama bukan berarti masa-masa SD gue tidak menyenangkan. Justru sebaliknya. Terlalu menyenangkan, sampai akhirnya gue berada di titik jenuh dan ingin keluar dari zona nyaman ini.

*Now Playing (Fourtwnty-Zona Nyaman)*

Sunday, January 14, 2018

Yang Patah yang Tumbuh

Tidak bisa dielakkan. Segala sesuatu yang pernah tumbuh nantinya akan patah juga.
Akan tumbang juga, akan hilang.
Lalu musnah untuk selama-lamanya.

Seperti pohon yang dirawat mulai bibit, disiram setiap hari, diberi pupuk, kemudian diambil hasilnya. Ntah bunganya, buahnya, atau bahkan hanya daunnya.

Yang mungkin tidak terpikirkan adalah ketika sebelum waktunya panen, pohon itu sudah layu, sudah tumbang duluan, kemudian menghilang.

Jumat, 12 Januari 2018, kemarin.
Teman saya Bayu akhirnya pergi meninggalkan kita semua.
Layu ditelan dunia.

Walaupun tubuhnya terlihat kaku, saya tahu bahwa itu adalah proses menuju layu yang sesungguhnya.

Saya sudah tidak bisa menggambarkan kesedihan yang dialami. Baik orang tua, keluarga hingga teman yang ditinggalkan.

Terlalu banyak memori yang tiba-tiba terputar secara otomatis di kepala saya.
Hitungan pertemanan yang bukan hari atau bulan lagi. Tapi hampir 7 tahun, membuat saya masih tidak percaya tentang ini semua. Bahkan 3 tahun terakhir ini hanya wajah dia yang saya lihat ketika bangun pagi.

....

Untuk semua hal yang telah terjadi, pengalamannya, baiknya, buruknya. Semuanya sudah saya simpan rapih.

Tidak ada gunanya bersedih.
Ini hanya masalah waktu.
Kita semua nantinya pasti patah juga, pasti layu.
Lalu kaku.

Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk melawan atau menundanya.
Yang sekarang bisa kita lakukan adalah berdoa.
Berdoa untuk diri sendiri.
Berdoa untuk orang-orang yang kita sayangi.
Kemudian berdoa untuk orang-orang yang terlebih dahulu meninggalkan kita.

Seperti menanam pohon, tidak peduli bibit pohon apa yang ditanam, pupuk termahal apa yang diberikan, kalau memang waktunya pohon itu layu. Maka layulah dia.

Mohon doanya untuk teman saya. Semoga segala amal ibadahnya senantiasa diterima, dihapuskan segala dosa dan kekhilafannya selama ini, dilapangkan jalannya, dan diberikan tempat sebaik-baiknya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.


Selamat jalan, Bayu.
Back to top