MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Wednesday, November 14, 2018

Menunggu Wisuda


Setelah melewati sidang yang begitu ala-ala dan revisian yang nggak pernah selesai. Gue akhirnya wisuda. Cukup lama sebenarnya waktu yang gue buang-buang dari tanggal selesai sidang ke tanggal wisuda.

3 Agustus gue sidang.

6 Oktober baru wisuda.

Yah. 2 bulan menggangur dan leha-leha tanpa masa depan yang jelas.

Oh iya, hal pertama yang gue lakukan setelah beres sidang jelaslah hal yang berfaedah. Yaitu:

UPDATE INSTA STORY DONG!

WOYY GUE LULUS WOYY.

BOSAN NIH, MENJALANKAN IBADAH PUASA. SIDANG SKRIPSI AH.

SAYA KERJA DI MANA YA ALLAH :(
Iya, sepatu gue kebesaran, udah nggak usah dibahas.

Ya nggak lah, gue tidak sebangga itu setelah lulus sidang, perasaan gue biasa aja, cuman agak grogi karena gue fotonya cowo sendiri. Udah kayak cassanova lagi foto bersama istrinya.

Atau raja dengan selir-selirnya.

Oh indahnya masa sidangku.

Kalian tidak percaya, baiklah, biar kubuktikan:
MOHON ANTRE YANG TERTIB WAHAI SELIR-SELIR KU!

Bersama dayang yang legal. Siap!
KENAPA GUE KAYAK PAKE ROK?
gue langsung pergi untuk jalan-jalan. Kebetulan ada saudara dan temen di Cirebon dan Jakarta, jadi gue jalan-jalan ke sana. Tapi rencana awal yang penginnya mengexplore lebih jauh lagi tentang kota Cirebon, gue malah kebanyakan tidur.

Sumpah, Cirebon panas banget. Mulai dari jam 10 pagi itu ya, matahari udah kayak gelendotan di atas kepala. Mau meninggal gue rasanya.

Rencana mau jalan-jalan pun selelu terkendala dengan cuaca. Kalau traveler lain enak, mungkin biar cuaca panasnya ekstrim, mereka akan tetep lanjut. Ya karena jiwa petualang mereka emang selalu bergelora dan membahana. Sementara gue. Gue kalo upacara bendera nggak berdiri di bawah pohon aja pingsan. Lemah gue.

Kayaknya gue alergi sama sinar UV A dan UV B deh.

***
Oh iya, postingan ini akan banyak lompat-lompat dulu, karena gue pengin ngasih point-point tentang apa aja yang gue lakukan setelah selesai sidang itu. Ya mulai dari liburan, tidur, terus tidur lagi, terus tidur terus, ya gitu lah pokoknya.

Di bulan kedua setelah gue kebanyakan tidur bukannya liburan, gue merenung sedikit. Sayang  banget nih kalau punya waktu kosong sebulan tapi nggak gue manfaatin buat melakukan satu hal yang positif.

Akhirnya, berdasarkan saran dan masukan dari teman-teman yang sudah lebih dulu melwati masa gap month  menunggu wisuda ini. Gue mencoba memikirkan beberapa opsi kegiatan yang akan gue lakukan sambil menunggu hari bahagia bernama wisuda.

Cari kerja.

Tidak bisa dipungkiri, setelah wisuda nanti kegiatan inilah yang akan gue lakukan. Jadi ngapain nunggu udah wisuda baru serius nyari kerja, kalau mulai dari sekarang pun udah bisa.

Sekarang juga cari kerja nggak perlu pake ijazah. Cukup pake SKL aja udah boleh kok. Nah jadi buat yang semangat mencari kerjanya sedang berkobar. Opsi ini sangat rekomended buat kamu.

Buat kamu ya, bukan buat gue.

Seminggu setelah sidang, gue cabut tuh ke Jakarta, ada tes MT gitu, buat yang belum tau MT, nggak usah cari tahu dulu, ntar aja. Ntar kalo kalian udah wisuda dan jadi job seekers bakal tahu sendiri kok istilah-istilah macam senyawa kimia ini.

Gue apply di salah satu agency advertising multinasional gitu. Karena mereka cuman hiring via career campus. Jadi mau nggak mau gue harus daftar dulu di  salah satu kampus yang mereka datangin. Waktu itu gue ikut hiring yang via kampus IPB. Jadi gue daftar dulu CDA (Career Development And Assessment) di IPB dan langsung tes ke kampus para petani sukses ini.

Buat yang nanya:

“hiring kampus maksudnya gimana lagi, kak?”

“CDA itu zat apa, kak?”

Udah, lu fokus kuliah aja dulu. Istilah-istilah begini nanti akan lo pahami dengan sendirinya.

Singkat cerita gue fail dong. Karena memang nggak ada persiapan yang begitu baik, wajarlah. Gue singkat lagi dah. Jadi mereka (perusahaan yang gue lamar) itu punya 4 tahapan seleksi, dan gue gagal di tahap ke-3.

Nama tahapan yang gue gagal adalah FGD.

Apa lagi FGD ini ya allah?

Yaudah, ntar kalian cari tahu sendiri aja, capek gue nyari kepanjangannya. Intinya itu kita dibikin kelompok terus di kasih satu topik, dan di diskusiin. Di sini gue nggak ngerti gimana penilainnya, soalnya kalo lu terlalu banyak ngomong lo dianggap sotoy. Kalo lo diem doang lo dikira bego.

Sedikit informasi, semua tes yang gue lakukan adalah full english. So, if you think you’re not fluent in english. From now, you have to learn english, dude.

Fak off.

***

Karena gue orangnya tidak mudah menyerah dan masih penasaran. Gue akhirnya nyoba lagi ikutan. Sekarang gue ikutan di hiring yang via kampus UI. Kalau di UI namanya jadi CDC (Career Development Center).

Proses seleksinya sama. Dan parahnya, di hiring UI gue cuman sampe tahap 2. Yak, kemundiran prestasi teman-teman. Akhirnya gue pun paham kalo kekurangan gue masih banyak.

Banyak plus minus yang gue dapet sih dari ikutan kayak gini. Pertama lo ketemu orang baru, kedua orang baru ketemu lo.

Oke tidak penting.

Intinya kita jadi saling kenalan dan saling sharing tentang lika liku dunia job seekers. Banyak banget pengalaman orang-orang waktu nyari kerja, muali dari yang lucu sampai yang mengharu biru, dan sumpah, lo nggak boleh ngetawain, karena itu perjuangan serius loh, bukan becanda yang ala-ala kayak gue gini.

Setiap gue kenalan dan ditanya hal standar kayak:

Dari mana?

Tinggal di mana?

Sudah berapa lama menjanda?

Yang gitu-gitu lah, gue selalu seneng liat ekspresi mereka. Misalanya gue jawab,
“oh gue dari malang, baru lulus bulang Agustus lalu, sekarang lagi nunggu wisuda aja, sambil jalan-jalan terus nyoba lowongan-lowongan yang daftarnya nggak pake ijazah”

Setiap gue jawab begitu mereka kayak amaze, selalu yang keluar dari mulut mereka setelah gue cerita adalah betapa uselessnya masa-masa yang mereka habiskan waktu nunggu wisuda. Dan mereka kagum sama gue yag udah getol nyari kerja padahal wisuda aja belom.

Mereka mah belom tau aja yak aslinya gue gimana. Padahal gue daftar gini-ginian biar bisa masuk IPB sama UI terus bikin instastory di sana.

Setelah gue hitung-hitung. Selama di Jakarta gue 4 kali ikut hiring-hiring via campus gitu, dan semuanya gagal. Tapi nggak papa, gue sih nggak kecewa yang sampe depresi kayak makan kuaci sama kulit durian-duriannya.

Selow lah.

Sadar diri gue, kan emang masih fresh graduated banget, jadi wajar aja. Lagian gue seneng sih sama prosesnya. Kayak setiap nunggu begituan itu lu nggak tahu bakal dapat yang kayak gimana lagi, bakal ketemu orang dari latar belakang yang kayak gimana lagi.
Tapi serius, ketemu orang baru itu menyenangkan.

***

Setelah puas ngabisin jatah gagal, gue cabut lah dari Jakarta menuju Cirebon, nah di Cirebon ini nggak ada hal yang menarik untuk di ceritakan, akhirnya gue balik lagi aja ke Jakarta. Kebetulan gue dapat panggilan interview juga, yaudah sekalian.

Tapi, di interview yang ke-5 ini gue nggak jadi datang.

Karena setelah gue cek dan ricek lagi, kayaknya perusahaan bodong deh, dan ini nggak via kampus hiring lagi, jadi gue rada curiga. Akhirnya gue mutusin untuk nggak ikutan dan membusuk di Jakarta 4 hari sebelum gue balik ke Malang.

Nah, perjalanan dari balik ke Malang ini cukup bedebah. Karena waktu itu dekat dengan weekend dan Hari Raya Qurban. Jadi lah bejeret itu di kalender tanggal merah. Gue mau balik ke Malang naik kereta udah kehabisan. Soalnya mereka yang beli tiket kereta itu udah booking dari 3 bulan yang lalu.

Mau naik pesawat, gue langsung liat muka di cermin.

“san, muka dan dompet lo nggak penumpang pesawat-able. Tolong berdamailah”

Gue masih berusaha mencari alternatif  lain. Waktu itu nggak tau gimana tiba-tiba ada iklan tiket bus diskon di Traveloka. Gue nggak ada kepikiran balik Jakarta-Malang pake bus, sih.

Tapi yaudahlah, daripada tua di Jakrta gue ambillah itu tiket, soalnya di diskonnya gede banget. Dari harga 300 rebu, jadi 125 rebu doang. Nggak pake mikir gue beli. Setelah beli, baru gue sadar. Lama perjalanan dari Jakarta ke Malang itu bisa 24 jam.

Iya

24 jam.

Pantat, kamu yang kuat ya.

Itu belum hitung macet.

Tapi, nasi sudah menjadi bubur, kayu sudah menjadi arang, dan Raisa sudah hamil besar. Nggak ada pilihan lain.

Akhirnya gue pun balik ke Malang naik TAYO selama 24 jam.

To Be Continued...


2 comments:

Terima Kasih buat kalian yang udah mau ninggalin komentar. Nggak perlu nyepam atau tebar link buat dapat feedback dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti bakal kasih feedback balik. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Back to top