MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Friday, June 8, 2018

Memulai Skripsi

Semester 8 (delapan) ini gue termasuk orang yang beruntung diantara temen-temen yang lain. Gue nggak ada mengulang matkul, ipk juga lumayan, wajah juga masih tetap tampan.

Barakallah.

Berbeda dengan temen sekelas gue yang lain. Ada yang belum ngambil skripsi karena masih kesandung ngulang banyak matkul. Ada juga yang sibuk bisnis dan merelakan kuliahnya dinomorduakan dulu. Atau yang paling parah ada yang sibuk jadi gigolo.

Sementara gue? sebenernya pengin juga loh nunda-nunda ngambil skripsi ini. Cuman bingung aja, kalo gue nggak ngambil sekarang gue ngapain? Ngulang matkul juga enggak. Punya bisnis apa lagi. Nah kalo yang terakhir boleh itu.

Setelah gue hitung-hitung lagi, semester ini, temen sekelas yang ngambil skripsi cuman 13 orang dan 5 diantaranya udah give up. Udah bodo amat, mereka kompak mengulang semester depan aja.

Monday, May 28, 2018

Ingat, Ya! Sikap-Sikap ini Wajib Kamu Hilangkan Saat Liburan di Jepang

Siapa yang tidak ingin pergi ke Jepang? Negeri sakura memang selalu menarik untuk dikunjungi, dengan kekayaan budaya yang tidak kalah dibandingkan Indonesia. Banyak festival yang selalu digelar dan diramaikan oleh anak muda, orang tua, hingga wisatawan pun tak jarang diajak terlibat di dalamnya.

Selain keindahannya, masyarakat Jepang punya tatanan budaya yang tidak boleh dilanggar. Etika dan sopan santun sangat dijunjung tinggi di negara yang sudah sangat maju ini. Jadi, kalau kamu sudah punya tiket pesawat ke sana, atau masih berencana untuk berlibur ke Jepang, tidak ada salahnya sedikit memelajari aturan-aturan, terutama larangan yang tidak boleh dilanggar di Jepang. Apa saja?

1. Aturan Tegas Soal Sumpit
Sumber: Zorie Huang- flickr.com

Untuk alat makan khas ini, masyarakat Jepang mempunyai peraturan sendiri saat sedang makan. Misal, dilarang menancapkan sumpit ke semangkok nasi. Konon, tingkah ini akan menjadikan sumpit seperti dupa bagi arwah leluhur yang sudah meninggal, atau dengan kata lain, kode kematian.

Saturday, March 24, 2018

Mampus Lo!

2018 kok udah datang aja ya. Bingung gue gimana menyikapi tahun ini. Tahun ini cukup memilki banyak hal yang berkaitan dengan ‘masa berlaku’. Karena tahun ini plat motor gue yang dibawa buat kuliah di Malang masa berlakuknya udah mau habis.

Tahun 2018 juga masuk masa berlakunya SIM C gue yang juga udah mau habis, dan yang paling membuat makan tak nyaman dan tidur tak tenang adalah. Tahun 2018 gue masuk semester 8.

It means masa studi gue udah mau habis.

WAKTUNYA SKRIPSIAN JENDRAL!!!

Diantara banyaknya masa berlaku-berlaku ini, gue berasa jadi bego sendiri. Kayak kemarin waktu ngurus STNK motor di Samarinda. Gue lupa kalau STNK motor gue mati hampir 7 bulan. Pas gue inget-inget lagi, kok bisa mati? Lalu gue sadar, karena tahun 2017 kemarin kan gue nggak ada pulang kampung tuh, sibuk magang yang ala-ala itu.

Saturday, March 3, 2018

Ritual Menatap


Perempuan selalu terlihat menarik dalam kondisi apa pun. Berbeda dengan cowo, gandengan tangan pas nggak sengaja jalan seblahan dan berdempetan aja bisa langsung di judge homo sama society. Perempuan juga bebas mau ditaksir oleh siapa aja. Adek kelas, kakak kelas, teman sekelas. Semua terasa begitu normal.

Kalau cowok?

Dan jelek?

Jangankan ada yang naksir. Nggak ada yang ngeludahin aja udah syukur.

Nah, cowo ini adalah gue waktu zaman SMP. Waktu itu masih tahun ajaran baru. Gue nggak pernah nyangka kalau akhirnya gue bisa lulus SD dan masuk SMP. Perasaan gue dulu, SD itu lama banget. Terasa lama bukan berarti masa-masa SD gue tidak menyenangkan. Justru sebaliknya. Terlalu menyenangkan, sampai akhirnya gue berada di titik jenuh dan ingin keluar dari zona nyaman ini.

*Now Playing (Fourtwnty-Zona Nyaman)*
Back to top