MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Sunday, July 29, 2018

Masih Membahas Skripsi


‘kamu mau sidang sebelum lebaran, nggak?’
‘mau, pak!”
‘yaudah, cepet selesaikan, pameran, terus urus surat sidangnya’
‘batasnya sampai kapan pak?’
‘seminggu dari sekarang’
‘INALILAHI’
***
Salah satu target dan menjadi resolusi sekaligus bucket list gue dalam menjalani hidup yang fana ini adalah bisa sidang skripsi sebelum lebaran dan bisa lulus tepat di semester 8. Selain agar terlihat keren ya karena UANG KULIAH GUE MAHAL. Siapa yang mau bayar kalo gue nambah semester?
Keinginan ini udah gue canagkan jauh-jauh hari. Karena waktu melihat jadwal skripsi dan lebaran, waktunya mepet banget. Bahkan lebih pendek dari biasanya.
Tahu sendiri kalau sebelum hari lebaran tiba, instansi pasti udah libur h-7 nya. Makanya sebelum libur itu datang gue harus udah sidang.
Banyak sekali drama-darma biadab yang terjadi sebelum gue sidang. Mulai dari syarat-syarat sebelum sidang yang ribetnya ampun-ampunan. Karena gue kuliah jurusan DKV (buat yang belom tahu, gue jelasin lagi. DKV adalah kependekan dari Desain Komunikasi Visual)

Friday, June 8, 2018

Memulai Skripsi

Semester 8 (delapan) ini gue termasuk orang yang beruntung diantara temen-temen yang lain. Gue nggak ada mengulang matkul, ipk juga lumayan, wajah juga masih tetap tampan.

Barakallah.

Berbeda dengan temen sekelas gue yang lain. Ada yang belum ngambil skripsi karena masih kesandung ngulang banyak matkul. Ada juga yang sibuk bisnis dan merelakan kuliahnya dinomorduakan dulu. Atau yang paling parah ada yang sibuk jadi gigolo.

Sementara gue? sebenernya pengin juga loh nunda-nunda ngambil skripsi ini. Cuman bingung aja, kalo gue nggak ngambil sekarang gue ngapain? Ngulang matkul juga enggak. Punya bisnis apa lagi. Nah kalo yang terakhir boleh itu.

Setelah gue hitung-hitung lagi, semester ini, temen sekelas yang ngambil skripsi cuman 13 orang dan 5 diantaranya udah give up. Udah bodo amat, mereka kompak mengulang semester depan aja.

Monday, May 28, 2018

Ingat, Ya! Sikap-Sikap ini Wajib Kamu Hilangkan Saat Liburan di Jepang

Siapa yang tidak ingin pergi ke Jepang? Negeri sakura memang selalu menarik untuk dikunjungi, dengan kekayaan budaya yang tidak kalah dibandingkan Indonesia. Banyak festival yang selalu digelar dan diramaikan oleh anak muda, orang tua, hingga wisatawan pun tak jarang diajak terlibat di dalamnya.

Selain keindahannya, masyarakat Jepang punya tatanan budaya yang tidak boleh dilanggar. Etika dan sopan santun sangat dijunjung tinggi di negara yang sudah sangat maju ini. Jadi, kalau kamu sudah punya tiket pesawat ke sana, atau masih berencana untuk berlibur ke Jepang, tidak ada salahnya sedikit memelajari aturan-aturan, terutama larangan yang tidak boleh dilanggar di Jepang. Apa saja?

1. Aturan Tegas Soal Sumpit
Sumber: Zorie Huang- flickr.com

Untuk alat makan khas ini, masyarakat Jepang mempunyai peraturan sendiri saat sedang makan. Misal, dilarang menancapkan sumpit ke semangkok nasi. Konon, tingkah ini akan menjadikan sumpit seperti dupa bagi arwah leluhur yang sudah meninggal, atau dengan kata lain, kode kematian.

Saturday, March 24, 2018

Mampus Lo!

2018 kok udah datang aja ya. Bingung gue gimana menyikapi tahun ini. Tahun ini cukup memilki banyak hal yang berkaitan dengan ‘masa berlaku’. Karena tahun ini plat motor gue yang dibawa buat kuliah di Malang masa berlakuknya udah mau habis.

Tahun 2018 juga masuk masa berlakunya SIM C gue yang juga udah mau habis, dan yang paling membuat makan tak nyaman dan tidur tak tenang adalah. Tahun 2018 gue masuk semester 8.

It means masa studi gue udah mau habis.

WAKTUNYA SKRIPSIAN JENDRAL!!!

Diantara banyaknya masa berlaku-berlaku ini, gue berasa jadi bego sendiri. Kayak kemarin waktu ngurus STNK motor di Samarinda. Gue lupa kalau STNK motor gue mati hampir 7 bulan. Pas gue inget-inget lagi, kok bisa mati? Lalu gue sadar, karena tahun 2017 kemarin kan gue nggak ada pulang kampung tuh, sibuk magang yang ala-ala itu.
Back to top