MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Saturday, March 24, 2018

Mampus Lo!

2018 kok udah datang aja ya. Bingung gue gimana menyikapi tahun ini. Tahun ini cukup memilki banyak hal yang berkaitan dengan ‘masa berlaku’. Karena tahun ini plat motor gue yang dibawa buat kuliah di Malang masa berlakuknya udah mau habis.

Tahun 2018 juga masuk masa berlakunya SIM C gue yang juga udah mau habis, dan yang paling membuat makan tak nyaman dan tidur tak tenang adalah. Tahun 2018 gue masuk semester 8.

It means masa studi gue udah mau habis.

WAKTUNYA SKRIPSIAN JENDRAL!!!

Diantara banyaknya masa berlaku-berlaku ini, gue berasa jadi bego sendiri. Kayak kemarin waktu ngurus STNK motor di Samarinda. Gue lupa kalau STNK motor gue mati hampir 7 bulan. Pas gue inget-inget lagi, kok bisa mati? Lalu gue sadar, karena tahun 2017 kemarin kan gue nggak ada pulang kampung tuh, sibuk magang yang ala-ala itu.

Saturday, March 3, 2018

Ritual Menatap


Perempuan selalu terlihat menarik dalam kondisi apa pun. Berbeda dengan cowo, gandengan tangan pas nggak sengaja jalan seblahan dan berdempetan aja bisa langsung di judge homo sama society. Perempuan juga bebas mau ditaksir oleh siapa aja. Adek kelas, kakak kelas, teman sekelas. Semua terasa begitu normal.

Kalau cowok?

Dan jelek?

Jangankan ada yang naksir. Nggak ada yang ngeludahin aja udah syukur.

Nah, cowo ini adalah gue waktu zaman SMP. Waktu itu masih tahun ajaran baru. Gue nggak pernah nyangka kalau akhirnya gue bisa lulus SD dan masuk SMP. Perasaan gue dulu, SD itu lama banget. Terasa lama bukan berarti masa-masa SD gue tidak menyenangkan. Justru sebaliknya. Terlalu menyenangkan, sampai akhirnya gue berada di titik jenuh dan ingin keluar dari zona nyaman ini.

*Now Playing (Fourtwnty-Zona Nyaman)*

Sunday, January 14, 2018

Yang Patah yang Tumbuh

Tidak bisa dielakkan. Segala sesuatu yang pernah tumbuh nantinya akan patah juga.
Akan tumbang juga, akan hilang.
Lalu musnah untuk selama-lamanya.

Seperti pohon yang dirawat mulai bibit, disiram setiap hari, diberi pupuk, kemudian diambil hasilnya. Ntah bunganya, buahnya, atau bahkan hanya daunnya.

Yang mungkin tidak terpikirkan adalah ketika sebelum waktunya panen, pohon itu sudah layu, sudah tumbang duluan, kemudian menghilang.

Jumat, 12 Januari 2018, kemarin.
Teman saya Bayu akhirnya pergi meninggalkan kita semua.
Layu ditelan dunia.

Walaupun tubuhnya terlihat kaku, saya tahu bahwa itu adalah proses menuju layu yang sesungguhnya.

Saya sudah tidak bisa menggambarkan kesedihan yang dialami. Baik orang tua, keluarga hingga teman yang ditinggalkan.

Terlalu banyak memori yang tiba-tiba terputar secara otomatis di kepala saya.
Hitungan pertemanan yang bukan hari atau bulan lagi. Tapi hampir 7 tahun, membuat saya masih tidak percaya tentang ini semua. Bahkan 3 tahun terakhir ini hanya wajah dia yang saya lihat ketika bangun pagi.

....

Untuk semua hal yang telah terjadi, pengalamannya, baiknya, buruknya. Semuanya sudah saya simpan rapih.

Tidak ada gunanya bersedih.
Ini hanya masalah waktu.
Kita semua nantinya pasti patah juga, pasti layu.
Lalu kaku.

Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk melawan atau menundanya.
Yang sekarang bisa kita lakukan adalah berdoa.
Berdoa untuk diri sendiri.
Berdoa untuk orang-orang yang kita sayangi.
Kemudian berdoa untuk orang-orang yang terlebih dahulu meninggalkan kita.

Seperti menanam pohon, tidak peduli bibit pohon apa yang ditanam, pupuk termahal apa yang diberikan, kalau memang waktunya pohon itu layu. Maka layulah dia.

Mohon doanya untuk teman saya. Semoga segala amal ibadahnya senantiasa diterima, dihapuskan segala dosa dan kekhilafannya selama ini, dilapangkan jalannya, dan diberikan tempat sebaik-baiknya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.


Selamat jalan, Bayu.

Tuesday, November 21, 2017

Magang Part #4 (Drama Ojol)

Baca cerita sebelumnya dulu di sini. 

Karena udah bingung, gue pun tetap pesan ojek online. Bodo amat dah, jadi gembel, gembel dah. Yang terpenting sekarang gue harus nyampe kantor dulu. Urusan duit, dihitung nanti aja.

Gue pesen gojek. Eh di cancel.

Order pake grab. Eh di cancel lagi.

Nyoba uber. Eh di cuekin. Iyalah, soalnya gue beneran nguber-nguber ojek online yang lewat secara manual, mereka bukannya berhenti, eh malah pada nyuekin gue.
Back to top