MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Wednesday, March 1, 2017

Pake Kamera Hape Saya Ya

Sebelum kalian tersesat lebih jauh, ada baiknya baca postingan sebelumnya di sini. Biar nggak hilang arah. cukup ‘dia’ aja yang hilang-hilangan. Baca cerita gue jangan.

***
Mungkin kalian pikir, perkara membuat SIM ini terdengar gampang dan biasa aja. Ini memang belum seberapa, perjuanggan yang sesungguhnya barulah akan dimulai.

Map sudah ditangan. Karena bingung harus gue apakan map dan data-data yang udah dibawa ini, gue pun melihat-lihat ke arah orang-orang yang juga sudah mempunyai map. Dan ternyata kita semua sama. Sama-sama bingung.

INI MAPNYA DIAPAIN YA ALLAH :(

Thursday, February 23, 2017

Paling D

Gue tadi nggak kuliah pagi. Nggak tau kenapa perasaan gue males aja hari ini untuk bangun jam 7 dan berangkat ngampus. Jadinya gue memilih untuk melanjutkan tidur dan bangun jam 11 siang. Ia gue ngebo. Masalah?

Sebenarnya jam 1 lewat 10 nanti ada mata kuliah lain yang harus gue ikutin. Tapi, nggak tau kenapa perasaan gue berkata:

MENDING LANJUT TIDUR AJA.

Karena gue percaya sebuah quote dari filsuf terkenal yang berkata: jika kamu tidak tahu harus percaya kepada pendeta atau pendusta, maka percayalah pada perasaan mu sendiri.
Gue pun memilih kembali tidur. Karena gue sangat percaya dengan perasaan ini. Jam 11 gue bangun lalu lanjut tidur. Jam 1 gue kebangun buat pipis. Mengecek hape. And you know what? DOSENNYA NGGAK MASUK.

Perasaan memang nggak pernah salah.

Thursday, February 9, 2017

Perjuangan Membuat SIM

Sebenarnya sudah lama gue ingin menulis soal ini. Yha, prihal pembuatan SIM. Sewaktu liburan semester kemarin, karena nggak ada kerjaan dan gak punya kesibukan yang berarti juga, akhirnya iseng-iseng gue pengin bikin SIM. Perkiraan gue bikin SIM C dan SIM A pasti nggak berbeda jauh. Berbekal pengalaman waktu bikin SIM C yang memang hanya membutuhkan waktu satu hari (tanpa nyogok). Gue pun mantab untuk meneruskan rekor itu.

“hari ini harus langsung jadi”

Kalimat itulah yang gue ucapkan ketika baru bangun tidur dan bersiap pergi ke kantor polisi. Jarak dari rumah ke kantor polisi itu cukup jauh, gue harus menyebrangi sungai dan melewati gunung. Gunungnya kebetulan bukan gunung kembar seperti yang ada di otak kalian.

Wednesday, January 25, 2017

Jadi Power Rangers

Di kamis sore yang mendung itu, gue lagi duduk-duduk ganteng di balkon kostan, angin lagi kenceng-kencengnya. Semua jemuran anak kos terpencar entah kemana. Tapi, gue tidak menghiraukannya. Gue tetep duduk dan memandang langit senja yang mulai berubah menjadi orange.

Gak lama kemudian gue tersadar, tadi pagi kan gue cucian, lahh, berarti jemuran yang tepencar kesana kemari itu…..punya gue dong. Kampret.

Ya, gue kalo udah ngelamun bisa se-ekstrim itu. Bisa nggak menyadari bahwa disaat gue lagi ngelamun, mungkin aja keadaan di sekitar gue nggak mengizinkannya. Mau ada gempa kek, kerusuhan kek, palek tek-tek kek, ehh bentar, nah kalo ada palek tek-tek yang lewat, lamunan gue baru bisa dengan sendirinya tehenti. Biasa lah, anak kost, kelaparan-tapi-nggak-punya-uang-dan-malas-jalan-itu-adalah-nama-tengah-kami.
Back to top