MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Tuesday, September 14, 2021

Tentang Permanajemenan Duniawi

2021 sudah terlewat 8 bulan. Seenggaknya ini waktu yg ditandai waktu gue ngetik postingan ini. Yang nggak tahu kapan bakal publishnya.

Kasih kabar sedikit dulu kali, ya. Setelah postingan terakhir yang lagi-lagi hanya paid post *tendang*.


Oke, pertama domain blog gue mau mati akhir September ini, dan gue sempat ragu mau memperpanjang apa enggak. Sempat kepikiran buat, yaudahlah ya biarin aja mati, lagian blognya nggak pernah diisi juga.


Tapi, gue tidak jadi melakukan itu. Gue pikir kayaknya gue masih suka nulis random di sini. Dan notifikasi perpanjangan domain kerap jadi pemicu buat *isi lah blog laknat lu itu bego, masa domain dibayar doang, tapi nggak di apa2in. Rugi dong*


Jadilah begini, ya. Ayamsakit.com masih bisa kalian akses minimal satu tahun ke depan *cheers*.


Lanjut, kabar kedua adalah. Gue masih WFH. Yha. Benar, terdengar membosankan dan sangat tidak menarik memang. Tapi ini harus disampaikan, karena udah mau 2 tahun WFH, masih aja ada yang suka nyinyirin. Dikira gue piara babi ngepet atau pesugihan lain. Karena nggak pernah kemana-mana.


Mereka nggak tahu aja yak, tingkat stress orang yang WFH ini lebih gede loh daripada yang masuk kantor. Tapi yaudahlah ya, namanya hidup tidak asyik kalau tidak dinyinyirin tetangga dan kolega. Hiya hiya.


Info ketiga adalah. Gue akan resign. Lagi. Yha. Gak terasa gue udah 2 tahun di kantor yang sekarang, dan kayaknya gue pikir ini waktu yang tepat buat pindah dan mencari experience baru. 


Gue pindah ke mana? Kantor apa? Industri apa? Bagian apa? Mungkin akan gue bahas di postingan terpisah. Dan biasanya kalo gue bilang kayak gini, postingan ini nggak akan pernah ada hahahaha. 


Keempat, gue masih di Jakarta. Walaupun sempat balik ke Samarinda 6 bulan lalu. Gue mutusin buat balik kerja dari Jakarta aja. Karena bagi gue rumah sudah jadi asing sekarang. Kayaknya efek karena gak pernah tinggal lama lagi di sana, jadi gue ngerasa base home gue ya kosan gue sekarang, bukan rumah di Samarinda. Rumah di sana hanya untuk destinasi mudik aja sekarang. Ya Ampun kok gue berasa tua dan sotoy sekali ya ngomong begini.


Sepertinya empat updatean barusan udah cukup untuk mengawali postingan ini. Setelahnya pembahasan yang mau gue sampaikan mungkin akan terasa boring. Jadi, buat kalian yang mau close tab silakan.


....


Gue akan ajak kalian throwback sedikit ke era sebelum pandemi. Waktu itu umur gue 23 tahun and I'm nothing. Even until now sih hahaha.


Umur 23. Baru awal masuk dunia kerja. Baru kerja sekitar 1 tahun mungkin dan punya banyak kebiasaan buruk dalam hal manajemen. Semuanya. Gue buruk dalam mengatur apapun.


Tiba-tiba pandemi melanda. Di momen inilah ketangkasan dan kecakapan gue dalam hal manajemen apapun akan diuji. Karena nggak ada yang mengira bahwa gue, kita, kalian semua akan WFH dalam waktu selama ini.


Jadi, gue nobatkan 2020-2021 adalah tahun memanajemen hidup. Apa aja bentuk manajemen yang udah gue rasakan dan lakukan di periode ini? Here we go.



Nyet, atur waktu lu lah bangke (Time Management)


Mau nggak mau, suka nggak suka. Gue harus belajar time management yang baik gimana buat hidup ini. Sepele memang, ini adalah life lesson yang memang akan dilewati semua orang......yang berkegiatan normal. Masalahnya sekarang gue masuk dalam golongan orang yang tidak berkegiatan normal. Jadi gue harus kerja lebih keras untuk memanage waktu gue.


Manage Perasaan (Mood Management)


Perasaan di sini kondisinya bisa banyak dan nggak jelas. Perasaan waktu lagi kerja, perasaan soal pilihan-pilihan hidup, atau perasaan soal asmara. Gue nggak tahu apakah manajemen perasaan gue selama ini sudah benar atau ngasal. Kayaknya masih ngasal sih.


Ada beberapa kondisi perasaan yang nggak bisa dilawan, kayak rasa malas dan mager.


*please deh san, mager sama malas sama doang, nggak usah dipisah-pisah*


Paling terasa soal manajemen perasaan ini terkait sama kerjaan sih, kayak sekarang bener-bener sulit buat gue menemukan waktu yang pas buat bekerja. Mau kerja tengah malam kayak zaman kuliah tapi bahaya kalau besoknya ada meet pagi-pagi, pasti puyeng dan jadinya males kerja. Parah lah, gue jadi kayak cowok moodyan gini. Geli banget nulisnya.


Manage Your Fu*king Money, San


Ini salah satu manajemen yang cukup sulit ya, karena jujur aja financial literacy ini gak diajarin di sekolah formal, jadi ilmu ini harus dicari dan ditemukan sendiri. Bersyukur ada social media yang menjadi guru online.


2 tahun awal kerja jujur aja gue gak punya tabungan samsek. Selain emang bodoh dalam mengatur gaji, biasalah semangat berbelanja fresh graduate yang menggebu-gebu ini sulit ditahan.


Belanja impulsif adalah nama tengah gue. Liat - suka - beli. Gitu aja terus, nggak tahu itu gaji cukup apa nggak, yang penting hormon dopamine gue kenyang terus.


Gue sedikit bersyukur karena pandemi, mau nggak mau mata gue dibuka lebar-lebar kalo mulai saat ini gue harus nabung. Yah nggak usah yang extreme lah, terbiasa dulu aja. Karena gue ingat, track record gue dalam menabung nggak begitu buruk sih.


Gue dulu rajin nabung di celengan, bahkan waktu mau kuliah tabungan celengan gue lah yang membantu biaya kuliah. Terima kasih tabungan ben10 ku.


Manage Your Angers


Demi apapun, emosional manajemen itu part yang cukup ribet dan menjengkelkan. Gue termasuk orang yang gampang emosi ya, apalagi kalau di jalanan, cepet tuh gue meledak-ledaknya. Tetapi sekarang kedewasaan mulai melunturkan itu semua. Emang cukup unik proses pendewasaan ini ya. 


Gue jadi berfikir, kenapa orang bisa baik dan jadi bijak seiring bertambahnya usia? ya karena ada kata “dewa” dalam pen-dewa-saan.


Keren!!!


Tapi demi tuhan, nge manage emosi itu hal yang jadi pelajaran sampai kapan pun sih, karena susah banget di kontrolnya. Gue suka iri dengan orang yang hidupnya begitu tenang dan baik-baik saja. Walaupun deep down mungkin mereka tidak setenang itu juga ya.


Gue sangat mengidamkan tuh hidup dengan penuh ke-namaste-an, kayak yaudah let it flow aja. Masalah ada ya untuk dilewati, bukan untuk diingat terus sampai lupa gimana harusnya kita menikmati hidup.


Sebenarnya agak geli sendiri gue tiap menulis kalimat yang seakan-akan penuh pelajaran hidup, karena gue tahu ini tuh cuman omong kosong aja kan wkwkwk.


Manage Your Expectations


Puncaknya adalah di sini. Ada di manajemen ekspektasi kita. Karena nggak semua hal bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita mau. Apa yang kita ingin. Semua hal tidak akan bisa berjalan mulus sesuai rencana kita. Nah, saat semua yang udah direncanain itu gak berjalan mulus dengan kenyataan disaat inilah ketabahan kita dalam manajemen ekspektasi diuji. 


Point yang gue sampaikan klasik banget sebenarnya. Problem standar manusia usia 20-an lah pokoknya. Cuman gue gak berharap banyak orang belajar dari tulisan-tulisan ini, sih. Gue cuman pengen tulisan ini jadi time capsule gue aja. Kayak, oh waktu umur segini gue pernah berfikir begini lho, dan buktinya ya tulisan-tulisan ini.


Btw, nggak terasa juga blog ini udah mau 10 tahun. Tepatnya 12 Januari 2022 nanti sih. Lumayan juga yah. Terlepas dari perkembangan blog ini yang kesannya nggak ke mana-mana dan jalan di tempat aja. Gue tetep happy sih. I mean, sedikit banyak blog ini membantu dan mendampingi perjalanan hidup gue dari zaman SMA sampai sekarang.


Segitu aja kali yak, gue sebenernya bosan berharap untuk didoakan supaya lebih konsisten menulis dan mengupdate blog ini, karena nggak pernah berhasil juga, ujung-ujungnya baru update setelah 6 bulan atau setahun lagi hahahah. 


Oh iya buat yang masih baca postingan ini, please tinggalkan jejak lah, apapun. Mau cuman nyapa aja juga gue udah happy, biar kesannya blog ini tuh masih ada yang baca, atau minimal ada yang masih inget lah kalo ada loh blog yang namanya ayamsakit.com.


Ciao bella^^


1 comment:

  1. Nih ya gue ninggalin jejak. Apa-apaan kok lo udah 2 tahun aja di kantor yang sekarang, kayaknya pas itu masih baru resign dari kantor lama. Gue aja yang baru 6 bulan berasa udah pengen resign aja. *emang anaknya ga betahan* wkwk

    Yee baik baik di Jakarta ya kawan. Yang paling utama sih gue dukung lo nabung. Soalnya gue suka banget nabung, kek yang akhir bulan maish punya banyak uang tuh seneng banget wkwkwkkw. pas gajian jadi nabungnya bisa lebih gede.

    ReplyDelete

Terima Kasih buat kalian yang udah mau ninggalin komentar. Nggak perlu nyepam atau tebar link buat dapat feedback dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti bakal kasih feedback balik. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Back to top