Day 28 - Mudik

Mengingat tahun ini adalah tahun pertama mudik dibawah kepemimpinan presiden yang baru, gue tidak mau ambil risiko berangkat mudik di waktu yang mepet dengan hari lebaran. Karena belum ada rekam jejak pemerintahan periode ini bisa menangani kemacetan atau kepadatan pemudik. Maka gue memilih untuk mudik duluan.

Tanggal 16-18 Maret gue udah mengambil cuti. Niatnya agar gue bisa berangkat mudik duluan itu tadi. Karena tahun ini gue dan istri akan mudik ke Jogja via jalur darat. Lebih tepatnya kita akan naik kendaraan pribadi melewati trans Jawa.


Berbekal pengalaman mudik tahun kemarin yang cukup zonk. Gue dan istri berniat menggunakan strategi baru untuk tahun ini.


Pertama berangkat mendekati waktu subuh. Karena tahun kemarin kita terjebak macet yang sangat panjang di tol Cikampek. Kita nggak ingin kejadian itu terulang lagi.


Tahun lalu gue dan istri memulai perjalanan dari Depok sekitar pukul 11 Malam. Pukul 5.30 pagi gue baru berhasil lolos dari Cikampek dan rest area KM 57. 


Sumber utama macet waktu itu adalah kendaraan yang berhenti di bahu jalan untuk makan sahur, karena rest area terdekat sudah pasti penuh, makanya para pemudik kompak berhenti di badan jalan dan makan sahur di sana.


Kemudian rest area KM 57 itu menurut gue jadi penyumbang kemacetan terbesar, karena udahlah arus keluarnya kendaraan sedikit, arus masuknya over. Jadi biang kemacetan banget.


Tahun ini, setelah konsultasi dengan my lovely friends a.k.a chat gpt. Beliau menyarankan untuk jalan mendekati subuh. Karena jika jalan jauh sebelum subuh kemungkinan kena macet di Cikampek besar sekali.


15 Maret Pukul 02:00 pagi gue dan istri udah bangun. Gue sengaja berangkat hari Minggu, karena hari Sabtunya mau full istirahat, biar kondisi badan bisa fit untuk menempuh perjalanan kurang lebih 600 km.


Semua perlengkapan mudik sudah dipersiapkan, gue dan istri membagi tugas. Untuk bagian domestik semua kendalinya dipegang istri, semntara gue fokus dibagian transportasi, mulai dari service mobil, cuci mobil, parfum mobil. Semua sudah dipastikan aman dan siap.


Awalnya gue mengarahkan google maps untuk melewati tol MBZ, karena pengalaman tahun kemarin gue lewat bawah dan langsung stuck. Makanya tahun ini gue mau lewat MBZ aja. Tetapi saat gue cek di maps, jalur bawah cenderung lebih lancar, jadinya gue nggak jadi lewat MBZ dan tetap lewat bawah aja.


Pukul 03:26 gue udah meninggalkan Depok. Alhamdulilah jalanan lancar banget, karena rest area KM 57 gue blacklist, maka rest area pertama yang gue pilih adalah di KM 130. Pukul 05:50 gue udah sampai di sana. Istri kebetulan juga sudah kebelet pipis.



Kurang lebih 20 menit kita istirahat di sana. Selanjutnya gue sih pengennya nggak berhenti terlalu banyak, biar nggak melewati siang hari di Semarang. Soalnya Semarang itu panasnya ampun-ampunan.


Jadi lebih baik mengejar waktu biar bisa melewati Semarang sebelum siang hari. Tetapi rencana tinggal lah rencana. Sampai KM 207A. Mata gue udah berat banget. Jadi gue memutuskan untuk istirahat dulu. Karena istri lagi nggak puasa, jadi dia makan dulu, sementara gue mencari masjid dan tidur di sana.


Karena mata udah berat banget, gue terlelap di masjid bersama bapack-bapack yang lain sekitar 40 menit. Lumayan lama memang. Tapi daripada ngantuk dijalan mending gue puasin dulu istirahat, apalagi bisa tidur dengan proper waktu mudik itu berkah sekali.



Selesai istirahat, kita lanjut lagi. Kalau di plan mudik yang udah gue dan istri buat. Harusnya setelah ini kalau kita masuk rest area udah nggak boleh lama lagi, bolehnya cuman untuk pipis aja, atau cuci muka kalau gue ngantuk lagi.


Plan itu berjalan lancar memang, tapi walaupun nggak berhenti lama, gue banyak banget berhenti buat menunaikan pipis istri yang sulit banget untuk ditahan. Ujung-ujungnya plan agar tidak melewati siang hari di Semarang pun tidak bisa diwujudkan.



Yang tidak bisa dihindarkan dari mudik ini adalah kecelakaan di tol. Dari perjalanan gue, kita melewati sekitar 3 kecelakaan yang terjadi, gue lupa di KM berapa aja, tapi kecelakaan ini pasti menghambat jalan.


Kondisi jalan tidak terlalu macet, tapi banyak sekali pemudik yang kelelahan, jadi tetap berhenti di bahu jalan, padahal ini bahaya sekali loh.


Ada momen waktu kendaraan sedang padat merayap, gue berada di jalur paling kanan. Gue lihat di jalur sebelah gue, ada seorang bapak-bapak yang sedang mengendarai mobil Xenia sendirian, kendaraan di jalur gue udah jalan, tapi si bapak ini tidak bergerak, sepertinya entah ketiduran atau bagaimana, yang jelas karena beliau tidak bergerak, kendaraan dibelakang jalur bapak ini jadi ikutan stuck.


Sudah di klakson berkali-kali, Xenia abu-abu itu tetap diam dan nggak bergerak. Gue masih memperhatikan sekilas dari spion tengah. Sudah ada kendaraan lain yang menyalip mobil itu. Setelah bayangan mobil itu hilang gue cuman bsia berdoa semoga si pengemudi hanya tertidur saja.


Singkat cerita gue dan istri exit di tol Prambanan sekitar pukul 15:25. Butuh hampir 12 jam perjalanan juga ujung-ujungnya. Padahal kalau waktu normal harusnya Depok - Jogja itu cuman sekitar 8 jam. Ini estimasi dari google maps yak. 


Sampai di rumah istri gue langsung mandi dan tidur, tentu saja setelah salam-salaman dengan bapak dan ibu mertua ya. 


Alhamdulilah mudik tahun ini jauh lebih lancar daripada tahun sebelumnya. Saat postingan ini ditulis gue sedang menonton liputan soal mudik di televisi. Isinya adalah soal kemacetan di tol Cikampek. Banyak sekali pemudik yang mengeluh karena terjebak berjam-jam di tol Cikampek.



Semoga semua pemudik bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat dan bisa berkumpul bersama keluarga. Minal aidzin walfaidzin semua. Mohon maaf lahir dan batin.


0 KOMENTAR:

Post a Comment

Terima Kasih buat yang sudah mampir dan meninggalkan jejak. Nggak perlu spam atau tebar link buat dapat kunjungan balik dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti akan berkunjung balik ke blog kalian. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Artwork Awards Buku Gue Blogwalking Privacy Policy