MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Monday, October 6, 2014

Rindu

Rindu dan ingin bertemu adalah satu paket yang tak bisa dipisahkan. Seandainya salah satu ingin berdiri sendiri pahamilah pasti ada pihak yang merasa tersakiti. Kalian yang hanya bisa merindu lewat ponsel dengan cara mengiriminya pesan singkat akan merasa dadanya ingin mencuat ketika pesan itu hanya terkirim tanpa adanya balasan.

Dilain pihak kalian sudah membuat janji untuk sekedar bertemu dan ngobrol santai di sebuah café kecil sambil menikmati kopi dan buku bacaan masing-masing harus rela lamunannya dihancurkan oleh sebuah alasan klise dari orang yang kamu rindukan, alasanya bisa bermacam-macam seperti.

Sorry aku ada rapat mendadak…

Astaga, aku lupa hari ini ada kuliah Ekonomi Pemasaran tambahan

Maaf ya lagi banyak tugas, takutnya nggak ke back up semua kalo waktu luangnya dipake jalan-jalan.

Apa yang lebih menyakitkan dari tertancap duri tajam di jari kelingking adalah tak bisa bertemu dan melepas rindu bersama orang yang ingin sekali kita temui, lebih sakitnya lagi dia lebih mementingkan kuliah atau rapat kerjanya dengan klien, daripada sekedar bertemu denganmu 20 menit untuk melepas rindu.

Dia lebih memilih untuk menghadiri kuliah ekonomi pemasarannya ketimbang bertemu dengan kamu. Padahal dia tau ada Ekonomi perasaan yang dipertaruhkan untuk sekedar bertemu di café kecil tadi.

Rencana yang sudah buyar akan susah dikembalikan atau dialihken ke rencana lain, sama seperti perasaan. Perasaan yang sudah dipupuk dan tumbuh bersama orang yang kita kasihi akan susah diulang kembali dengan cara yang sama tetapi “wujudnya” berbeda.

Memendam rindu mungkin pemicu munculnya diagnose penyakit jantung yang sebentar lagi akan kamu jumpai, tak ada obat yang instant selain sekedar bertemu dan melepas kerinduan.

Salah satu dari kalian akan mulai berfikir

“mungkin ini bukan waktu yang tepat”

“mungkin masanya sudah berbeda”

“mungkin ada yang dia angap lebih prioritas dibanding aku”

Penutup dari beberapa ungkapan putus asa diatas adalah sebuah ”penyesalan”, setelah semuanya terjadi setelah dia benar-benar bisa berdiri sendiri dan tak lagi mengisyaratkan rasa rindu terhadapmu, sosok yang membuatnya kuat sekarang ini .Disaat itulah kamu sadar bahwa kamu baru saja melepaskan orang yang selama ini kamu angap obat dan membiarkan dirinya secara perlahan berubah menjadi racun.

Setelah semua fase ini akan banyak kecangungan yang mulai menghiasi percakapan kalian. Dimulai dari mengendurnya intensitas dia dalam menghubungimu lewat telfon langsung, beralih ke lebih seringnya dia mengirimkan pesan singkat dibanding menghubungimu langsung , kemudian secara perlahan semuanya akan menjadi semakin jarang …… jarang dan dia menghilang tanpa kabar.

Rasa rindumu pecah degupan jantung ini sudah tak bisa menahan rasa rindu yang begitu tinggi, seandainya ia bisa keluar dan mendatangi “dia” mungkin jantung ini akan pergi sendiri tanpa harus mempunyai majikan bodoh sepertimu yang tarlalu bayak berfikir tapi nothing doing something.


Akhirnya kamu terbangun dari tidurmu yang lelap, kamu basuh muka lusuhmu dengan air dingin yang mengucur lewat keran yang ada di westafel sudut kamar mandimu. Kamu tatap wajahmu yang terberkas di cermin, kamu pandangi wajah penyesalan yang sebentar lagi akan berubah menjadi wajah frustasi karena rindu yang semakin menjadi-jadi.

Pikiranmu sekarang mulai terpecah, kamu mulai bingung apakah karus mendatanginya spontan tanpa membuat janji atau kamu harus mengikuti prosedur lama untuk sekadar bertemu dengannya.

Telfon/sms dia – basa basi nggak penting – mulai memancing untuk membuat sebuah pertemuan kecil – dia mulai bertanya hari dan jam – dia mulai mengingat-ingat betapa padatnya rutinitas dia minggu ini – kamu mulai hafal dengan jawab klisenya - nada suaramu mulai merendah – di menutup telfon dan voilla jangankan untuk bertemu, sekedar membuat jadwal dan menyisihkan sedikit waktunya untukmu pun dia sudah mulai ragu.

Apa untungnya bertemu denganmu ?

Apa spesialnya dirimu sekarang ?

Tanpa bertemu denganmu sepertinya hidupku akan baik-baik saja ?

Selamat, ternyata dia benar-benar sudah menjadi orang lain, dia yang dulu diawal kalian bertemu adalah sosok gadis yang menja yang apa-apanya selalu minta bantuanmu.

Dia yang tidak pandai menggulung rambut akhirnya bisa jadi serapih itu ketika rambutnya digulung dan akan menjadi sempurna ketika ia melepaskan gulungan ramburnya dan mengurainya bebas.

Kamu mulai menarik bibirmu keatas, tersenyum kecil dan mulai menertawakan hidupmu. Rasanya tidak pernah ada yang salah dalam hubungan ini, tapi mengapa untuk bertemu dengan dia orang yang sebenarnya biasa-biasa saja harus serumit bertemu dengan pejabat tinggi Negara yang apa-apanya harus dijadwalkan.

Sekarang kamu mulai mencari pelampiasan baru untuk meredam jantung yang masih ingin mencuat ini.

Kamu showeran 4 jam tanpa henti

Main game seperti zombie

Atau mencari sosok “dia” yang baru…didalam mimpi

Sekarang semua pilihan ada ditanganmu, bertahan memendam rindu kepada orang yang (mungkin) tidak merindukanmu. Atau mencari wujud baru dan memulainya dari awal.

Sekarang kamu tahu bahwa ada yang lebih menyakitkan dibanding kesendirian, adalah orang yang memiliki pasangan tapi tak pernah punya waktu untuk membaginya berbalasan.

7 comments:

  1. jangan galau san! inget mimpi mimpimu~ adnfk

    ReplyDelete
  2. bangqeq san:)) -yhs

    ReplyDelete
  3. dih aku makin galau aja ini gara gara tulisan ini, sudah sebulan cuma komunikasi 1arah tanpa respon dari arah yg dituju, alasannya capek :(
    ah kenapa jadi curhat, sambil mewek pula

    ahhhhh bang ichsan arrghhhh huuuuhuuu
    *pinjeminpundaknapa*

    ReplyDelete
  4. Hahahaha kampret nih tulisan. Bilang aja lo lagi rindu yam. \:p/

    ReplyDelete
  5. jangan galaau ..kesibukan memang butuh kesabaran nunggunya ,,kasian dia juga kan sibuk .. harusnya sabar

    ReplyDelete
  6. Sama halnya dengan sepasang burung yang menjalin kasih disuatu sangkar, burung jantan akan pergi untuk mencari makan dan memperbesar sangkarnya sedangkan burung betina hanya menunggu sampai burung jantan kembali. Jika burung betina bersabar dan yakin ia akan mendapatkan burung jantan beserta makan dan perluasan sangkarnya ;) - superman

    ReplyDelete

Terima Kasih buat kalian yang udah mau ninggalin komentar. Nggak perlu nyepam atau tebar link buat dapat feedback dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti bakal kasih feedback balik. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Back to top