MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Sunday, May 22, 2016

Gerai Panglima : Penyelamat Muka Anak Rantau Dari Samarinda



“San, makanan khas Samarinda apaan sih?”

“ummm, apa ya, kayaknya sih amplang”

“yaelah, amplang mah disini juga banyak. Yang lebih Samarinda dong”

“apaan yaa, youplang kali. Kan ada AMplang, mungkin ada YOUplang”

“….”

Ada banyak pertanyaan yang terlontar waktu perkenalan dengan teman-teman baru di Universitas baru. Pertanyaannya sih  standart , biasanya seperti ini,
“Asli mana bro ?”

“Ummmm, Samarinda”

“Wihh, jauh tuh, Kalimantan kan ?”

“Heheh, iya sih lumayan. Iya Kalimantan”

“Ehh ia, Samarinda itu yang banyak lumpianya itu ya?”

“ITU SEMARANG WOY!! SEMARANG. BEDA JAUHHH.”

Sebagai anak asli Samarinda yang lahir, tumbuh dan besar disana. Gue sering sedih sendiri dengan kota tercinta ini. Kesedihan ini bermula ketika gue harus merantau dan meninggalkan kampung halaman. Bertemu orang-orang baru yang berasal dari tempat yang berbeda-beda.

Kita sering bertukar pikiran, sering bercerita mengenai kota asal kita. Ada yang dari Manado dan bangga sekali dengan bubur Manadonya. Yang orang Padang juga nggak mau kalah, mereka biasanya langsung buka google dan searching tentang “10 Makanan Ter-enak di dunia” Rendang langsung muncul di peringkat paling atas. Sementara gue cuman bisa diam dan tertunduk lesu.

Gue cuman bisa nangis dalam hati sambil teriak,

MAKANAN SAMARINDA YANG BISA DI BANGGAIN APA YA ALLAH, BANTU BAIM YA ALLAH.

Moment yang paling kampret selain diskusi soal kampung halaman adalah, soal titip menitip oleh-oleh ketika liburan semester sudah mau berakhir.

Biasanya anak-anak kelas gue langsung sibuk chat di group, seperti ini :

Yang mau balik ke Malang hati-hati, itu si Esra yang dari Medan, di tunggu durian medannya. Heri yang dari Bukit tinggi jangan lupa keripik Sinjainya. Terus itu si Ichsan yang dari Samarinda jangan lupa bawa…….emmm Samarinda yang khas apa ya san ?
KAMPRET.

Karena nggak mau dibuat malu berkali-kali dengan pertanyaan yang sama, waktu liburan semester genap pun gue pake buat mencari informasi seputar makanan khas Samarinda, atau minimal oleh-olehnya deh.

Gue jalan-jalan ke daerah Karang Asam, dan mampir di beberapa outlet yang ada di sana. Dan benar saja, seperti dugaan gue. Outlet disana nggak mengalami perubahan yang berarti dari gue lahir sampai sudah sebesar sekarang ini. Setiap gue tanya,

“Mba, ada makanan khas baru nggak dari Samarinda”

“ohh ini produk baru semua mas, semuanya baru dimasak hari ini. Di jamin masih baru”
“maksudnya bukan gitu mba, produknya ada yang baru nggak?

“ohh ini produk baru semua mas, semuanya baru dimasak hari ini. Di jamin masih baru”

“aduh, gini loh, maksud saya jenis makanannya mba, ada yang baru nggak? Apa gitu?”

“ohh ini produk baru semua mas, semuanya baru dimasak hari ini. Di jamin masih baru”

AMPUN DEHHHH. BUNUH AJA GUE SEKALIAN, BUNUH.

Setelah muter-muter sendirian di berbagai pusat oleh-oleh yang ada di Samarinda, gue masih belum juga menemukan oleh-oleh apa yang khas dan bisa dibanggakan saat gue kembali ke Malang nanti. Akhirnya gue tanya-tanya dengan beberapa teman yang juga sama-sama ngerantau tapi beda kota.

Gue bertanya kepada Rudi, teman yang ngerantau ke Jogja. Dia bilang kalo sekarang dia udah jarang bawa Amplang lagi kalo balik ke jogja. Rudi bilang ada tempat oleh-oleh baru di Samarinda. Bukan cuman tempatnya yang baru tapi makanan yang di tawarkan juga baru.

Berbekal informasi dari Rudi, gue pun langsung mengunjungi tempat yang dia maksud.
Gue agak kagok waktu di kasih alamat bahwa tempatnya ada di Jalan Juanda. Perasaan gue di sana nggak ada satu tempat pun yang mirip tempat penjualan makanan khas Samarinda.

Semua prasangka jelek gue pun berubah begitu gue sampai di tempatnya. Outlet ini bernama ”Gerai RotiDurian Panglima.”

Karena gue anak desain, maka jelas, hal pertama yang gue perhatikan adalah bentuk desain dari outlet ini. Sangat menarik, dan modern. Apalagi pemilihan warna kuning dan merah adalah kombinasi yang cerdas untuk digunakan sebagai branding sebuah outlet makanan.

Begitu masuk ke dalam, gue dibikin kagum sama desain interior dan  suasananya. Tempatnya cukup besar dan menjual banyak sekali makanan jenis baru yang nggak ada di outlet lain.



Untuk menuntaskan rasa penasaran, gue coba nanya-nanya sedikit dengan pegawai disana, tentang outlet ini, ohh maaf, gerai ini maksudnya, makanan apa aja yang di jual, dan nggak lupa tentang makanan apa yang paling sering dibeli dan dijadikan oleh-oleh baru dari Samarinda.



Pegawai Roti Durian Panglima ini pun cuman tersenyum dan menjawab pertanyaan gue satu persatu. Katanya,  ini gerai baru yang dibuat untuk menjawab kegelisahan masyarakat Samarinda tentang krisis identitas sebagai kota yang makanan khasnya belum jelas. Dengan hadirnya Gerai RotiDurian Panglima ini diharapkan masyarakan Samarinda udah nggak perlu bingung atau galau lagi kalau mau mencari oleh-oleh atau buah tangan untuk dibawa keluar pulau.

Gue pun mangut-mangut dan merasa terbantu sekali dengan hadirnya Gerai Roti Durian Panglima ini. Ternyata bukan gue aja yang kebingungan kalau ditanya prihal makanan khas Samarinda.

Untuk produknya sendiri sudah cukup banyak. Tetapi yang paling dicari dan diminati ya jelas Roti Duriannya.



Roti durian dari Gerai Panglima ini perlahan-lahan udah menjadi entitas baru oleh-oleh khas Samarinda. Sekarang kalau ada kerabat yang lagi berkunjung ke Samarinda pasti mereka bawa Roti Durian ini sebagai oleh-oleh wajibnya.

Roti durian disini dibuat setiap hari, jadi setiap pemesan pasti mendapatkan roti yang baru dan fresh from the oven. Karena produk ini jenisnya Roti, maka jangka waktu ketahananya cukup terbatas. Jika dibawa dengan kemasan tertutup roti ini bisa tahan 24 jam. Tapi, jika di taruh di kulkas roti ini bisa tahan sampai 3 hari. Ummmm cukuplah untuk dibawa keluar pulau doang.


Sekarang gue akan berikan sedikit informasi penting tentang Gerai Roti Durian Panglima ini buat kalian,

1.Tempat Stategis
Sumber Gambar

Gerai ini letaknya cukup strategis, yaitu di tengah-tengah kota Samarinda, jadi buat kalian yang baru pertama kali datang ke Samarinda pasti akan mudah menemukan gerai ini.

2.Penuh Inovasi
Sumber Gambar

Makanan yang di jual disana benar-benar bukan makanan jadul lagi, semua pilihan menu yang ditawarkan sudah mengalami inovasi, tentunya untuk jadi lebih baik dan lebih enak.

3.Ada Sample Produk yang Bisa Dicoba
Sumber Gambar

Banyak kemudahan yang ditawarkan jika berbelanja di Gerai ini, misalnya kalian ragu dengan rasa produknya, mereka menyediakan tester untuk di coba oleh para pengunjung. Ingat, di coba doang, jangan dihabiskan.

4.Kemasan Menarik
Sumber Gambar

Desain kemasan untuk setiap produk pun menarik dan ‘Samarinda banget’ nggak cuman di bungkus dari kertas polos aja. Kemasan yang bagus ini menunjang kepercayaan diri orang yang membawa oleh-oleh ini keluar pulau. Semakin bagus dan menarik kemasannya, maka orang-orang yang baru pertama kali melihatnya akan mudah mengingat dan menghafalnya.

5.Banyak Promonya
Sumber Gambar

Kalau kalian sedang beruntung, Gerai Roti Durian Panglima sering mengadakan promo, baik di awal bulan atau akhir bulan, promonya macam-macam, kalau mau tau, kalian  bisa mulai dari belanja ke Gerai ini dulu hehehe.

Setelah tahu keberadaan tempat ini, tahu informasi dan spesifikasi produk yang dijual. Setiap liburan semester berakhir dan gue akan kembali ke Malang, teman-teman gue langsung pada berebut pengin nyobain Roti Durian Panglima ini.

Biasanya yang paling sering gue bawakan sebagai oleh-oleh adalah roti duriannya, karena kalau menurut gue pribadi produk ini yang paling cihuy, tapi, semua produk lain juga nggak kalah cihuy kok. Respons dari mereka pun beragam dan rata-rata positif.

 
Ceritanya Testimoni

Ada yang ngerasa nggak puas karena cuman gue bawakan satu kotak. Mereka yang nggak puas dengan cuman dapat satu kotak ini, biasanya langsung coba googeling, dan ternyata belum nemu penjual lain, selain yang ada di Samarinda. Dengan tampang sombong gue langsung bilang begini ke dia:

“Yaiyalah belum ada di tempat lain. Ini kah oleh-oleh khas Samarinda hahahah. Ingat. KHAS SAMARINDA.”

Yo’ih, dengan adanya Gerai Roti Durian Panglima ini. Samarinda dipastikan sudah tidak mengalami krisis identitas lagi di bidang kuliner.

Buat yang mau nyoba langsung Roti Durian yang super eksklusif ini, kalian bisa datang langsung ke Gerainya yang berada di Jalan Insinyur H. Juanda No.55, Sidodadi, Samarinda Ulu, Kota Samarinda atau kunjungi website resminya di rotidurianpanglima.co.id
Sampai ketemu di Samarinda ya. ^^
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Gerai Roti Durian Panglima
Jalan Insinyur H. Juanda No.55,
Sidodadi, Samarinda Ulu,
Kota Samarinda
0822 – 2000 - 2237
Operational Hours: 08.00 AM – 9.00 PM (13 Hours

21 comments:

  1. Gue ga begitu suka durian sih. Tapi kayaknya kalo udah dikemas jadi roti gitu kayaknya menarik. NANTI BAWAIN GUE SATU YA BANG!

    ReplyDelete
  2. KHAS SAMARINDA.
    Akhirnya bisa bawa oleh-oleh.
    itu kayanya beneran enak deh. hhmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woooo jelas khas samarinda ini.
      Sumpah enak, cona gihh

      Delete
  3. wah wah... roti durian kayaknya enak nih, gue jadi penasaran pengen nyobain...

    btw, bisa COD-an nggak gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahhh itu dia, ini cod nya yang dekat2 aja gan, pemalang kaga masuk cakupan deh keknya hahaha

      Delete
  4. Whooaaa akhirnya ada juga makanan khas Samarinda. Roti durian.

    Titip satu ya bang. Sip

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samarinda akhirnya tidak krisis identitas lagi, wohoooooo

      titip doang ? beli lahhh, murah lah ini

      Delete
  5. Itu rotinya keliatan empuk banget ya? Sayangnya kenapa harus durian? :(

    ReplyDelete
  6. Aduh jadi pengen aja nih saya, sepertinya enak sekali ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. main-main makanya ke Samarinda, ayok mari kesini ^^

      Delete
  7. yang asoy roti ini juga ada cabangnya di BALIKPAPAN. Muahahaha.

    tambahan: rotinya beneran pake bahan alami, gak pake pengawet, soalnya 2 hari aja gak dimasukin kulkas, udah gak bisa dimakan. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Otw buka cabang disana ini yog hahaha.

      Kalo ga masuk kulkas malah tahannya 24 jam doang ini. Kan asli soalnya.

      Delete
  8. Penasaran sama roti duriannya :'

    Duuuuh, kemarin mau ikutan ini, tapi kata si minin cuma khusus blogger samarinda dan sekitarnya :D
    Jadiii, semoga menang yaaaa Yam :D

    ReplyDelete
  9. Hei! Juanda itu deket rumahku, San. Eh nggak deket-deket juga sih. Tapi bisa banget nih. Bisa nih bawain..... free samplenya. Huahahaha.

    ReplyDelete
  10. hai kak infonya keren.. kalau ingin tahu tentang cara membuat website yang praktsi dan simple yukk disini saja cara membuat website

    ReplyDelete

Terima Kasih buat kalian yang udah mau ninggalin komentar. Nggak perlu nyepam atau tebar link buat dapat feedback dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti bakal kasih feedback balik. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Back to top