Day 24 - Padel

Kemarin sore selesai meeting lagi-lagi dengan Varian, Kara, dan Rayhan, kita kepikiran sebuah kegiatan yang positif vibes banget. Main padel.

Keren.

Selain positif tentu saja biar terlihat tidak fomo. Sebenarnya yang lain udah pernah main sih kayaknya, terutama Varian, sebagai bapak raket di kantor. Semua olahraga yang berhubungan dengan raket kayaknya Varian jago deh. Curang ya. Harusnya kan nggak boleh tuh begitu.

Semua ini berawal dari dibangunnya sebuah lapangan padel tepat di belakang kantor. Jadi tiap meeting di ruangan tertentu kita bisa lihat dengan jelas tuh, orang-orang yang nggak tau kerjanya apa, tapi kok ya bisa jam 10 bukannya kerja malah main padel. Kan nggak sopan.

Dari situ Varian ngide, minggu depan nyoba yuk. Dekat dari kantor ini.

Kemarin gue main Padel. Akhirnya mencoba juga olahraga yang sudah fomo dari lama ini. Olahraga yang di negara pembawanya Swedia aja lapangannya udah pada tutup.

Waktu diajak main padel ini gue cukup bingung. Cukup penasaran gimana rasanya, tapi takut juga, karena gue tau pasti setelah main, badan akan sakit semua. Nah gue belum siap untuk naik tangga di stasiun Depok sambil pegang pinggang karena encok abis main padel.

Gue coba nanya ke temen yang ngajak, apa benefit yang paling utama kalo gue mau ikutan kegiatan yang sungguh berfaedah ini.

New experience, san…”

Ahh sepertinya mirip dengan olahraga raket pada umumnya, cuman lebih gampang aja, karena ada bantuan dinding sebagai kepanjangan lain dari lapangan.

“Abis main bisa langsung berendam juga san, mantab”

Ahh cuman berendam mah di rumah juga bisa.

“Banyak Cindo nya san”

Oke, Jam berapa ini ngumpulnya?

Setelah di iming-imingi bahwa akan banyak Cindo yang main padel, tanpa ba bi bu gue langsung join.

Segera tulis nama gue ke dalam daftar pemain itu.

Sekarang juga!

Right now!

Rencana awalnya adalah kita akan main hari Senin di lapangan dekat kantor aja, biar nggak exhausted duluan sebelum main, karena after office hour itu sudah pasti macet. Semua setuju dan tidak ada yang interupsi.

Hari berjalan normal, Jakarta tetap hujan dan tidak ada yang berubah, sampai semua daftar pemain baru sadar kalau di minggu yang sama kita juga punya jadwal bounding. 

Varian sebagai sang inisiator pun ngide. Gimana kalau mainnya after bounding aja. Karena bounding itu pakai waktu kantor jadi after itu kita langsung gas. Semuanya nggak masalah waktu itu, gas gas aja. Yang pending Cindo nya juga main jam segitu kan.

Yang kita nggak tau dari acara bounding ini adalah, ini bukan bounding seperti biasa. Biasanya bounding anak-anak produk itu monoton kalo nggak makan ya makan. Ya karena biasanya emang cuman makan. 

Waktu itu activity yang akan dilakukan ternyata bukan hanya sekadar makan, tapi aktivitas fisik. Akan ada banyak games dan kegiatan yang membutuhkan gerak lebih banyak aja pokoknya.

Lari, lompat, lempar, meluncur. Hal-hal seperti ini lah yang kebanyakan akan dilakukan. 

Wahh ini mah kegiatan yang sungguh usia 30 tahun friendly sekali, alias tidak cocok hey. Gue masih menyayangi pinggang dan sendi-sendi mungil di tubuh ini. Tolong jangan membuat cedera otot dan tulang lemah ku ini.

Hanya kalimat-kalimat desperate itu yang keluar dari mulut gue begitu tahu jenis permainan dan games-games yang kata pemandu nya seru banget itu. Buat gue ini bukan melatih ketangkasan otot sih, ini lebih ke mencederai diri sendiri.

Hasilnya selama acara gue lebih banyak pasif dan menjaga kondisi tubuh agar saat main padel nanti tetap bisa prima dan full power.

Singkat cerita acara bounding kelar, gue bersama geng pemain padel after bounding pun langsung meluncur ke venue padel. Karena ini experience pertama gue, lapangan padel itu gue pikir sebesar tenis, ternyata nggak begitu besar ya. Dan dibagi zonasinya antara yang indoor dan outdoor.

Beruntung hari itu kita memilih area indoor karena di outdoor itu angin super kencang sekali. Gue nggak mau kejadian seperti habis main tenis terulang di olahraga padel ini.

Sampai venue gue cukup amaze sih, tempatnya proper dan rapi banget, ya sesuai dengan harga sewa per jamnya lah ya. Fasilitas yang dikasih pun menurut gue oke banget. Selain yang sudah pasti dan tidak mungkin tidak ada yaitu lapangan padel nya, di sana ada kolam buat berendam, toilet yang bisa untuk mandi, ruang after bath yang ada hair dryer nya. Bagus sih. Ya lagi-lagi sesuai dengan harga sewa per jamnya ya.

Hari itu total pemain yang akhirnya bisa datang ada sekitar 8 orang. Dan laki semua. Kara sebagai satu-satunya calon pemain cewe berhalangan buat ikut karena harus memandu karaoke. Ya nggak dong, ada urusan keluarga sepertinya.

Awal-awal main sejujurnya gue tidak menemukan keseruan olahraga ini di mana. Karena ya kayak lucu aja, kalo kita ngerasa bolanya kekencangan atau udah out of position, kita masih punya teman berupa dinding yang merupakan kepanjangan tangan dari raket.

Jadi ya kayak aneh sih. Karena menurut gue olahraga itu ya yang dinilai refleks atau kecepatan, diluar endurance dan skill ya. Padel ini kaya olahraga nanggung. Lebih cape dari tenis nggak juga, karena cover lapangannya tidak sebesar tenis.

Membutuhkan refleks yang bagus banget juga kayaknya enggak deh, soalnya kalo bolanya kenceng ya bisa kita biarin lewat aja, kan ada dinding yang bantuin buat bisa kita pukul second ball nya.

Gue nggak bilang olahraga ini jelek ya, cuman masih belum cocok aja di gue. Lebih seru main tenis sih daripada padel. Apalagi banyak yang bilang padel ini olahraga gengsi, karena mulai dari raket sampai outfitnya bisa yang amit-amit banget mahalnya. 

Selesai main padel kita bun bubar untuk pulang ke rumah masing-masing. Setelah itu tidak ada agenda lanjutan untuk merutinkan olahraga ini. Sepertinya dalam keheningan kita semua setuju kalau olah raga ini tidak cocok untuk kita hahaha.




0 KOMENTAR:

Post a Comment

Terima Kasih buat yang sudah mampir dan meninggalkan jejak. Nggak perlu spam atau tebar link buat dapat kunjungan balik dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti akan berkunjung balik ke blog kalian. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Artwork Awards Buku Gue Blogwalking Privacy Policy