Day 15 - Pom

Watch your EYE.

Setelah cerita soal kekesalan yang menimpa gue karena antre, dan memang salah satu antre yang selalu gue lakukan adalah antre bensin, maka akan gue ceritakan lebih detail kenapa pom bensin itu dekat sekali dengan kehidupan gue.

Semua orang harusnya akrab sama pom bensin. Suka nggak suka atau mau nggak mau, sebagai laki-laki dewasa pom bensin udah jadi sahabat, makanya ada istilah sahabat Perta**na, kan. Beberapa mungkin benci dengan aktivitas ini, tapi mau bagaimanapun kita butuh.

Nggak ada orang yang mampir ke pom bensin buat liburan atau senang-senang. Biasanya ya datang karena butuh, pergi karena sudah penuh.

Gue jarang ke pom bensin dengan perasaan tenang. Biasanya datang dengan sisa bensin yang tanggung. Jarum indikator sudah mendekati E, tapi masih sok optimis. 

“Ah, masih bisa lah ini dua hari.” 

Sampai akhirnya di hari ketiga, gue berdiri di antrian pom bensin yang sudah mengular sambil mikir, harusnya kemarin gue isi, biar nggak dapat antrean sepanjang ini.

Pom bensin itu tempat yang jujur. Nggak ada basa-basi. Datang, sebut jenis bensin, sebut nominal atau full tank, selesai. Semua orang di sana fokus ke satu tujuan: mengisi sesuatu yang habis.

Karena kegiatan yang template ini, makanya gue suka mengamati karakter orang yang lagi antre di pom bensin. Ada yang menyebalkan kaya yang gue ceritakan kemarin. Banyak juga yang aneh dan tidak kalah menyebalkannya, kita mulai dari:

Tipe nggak mau matiin mesin

Jadi sepanjang antre mesin motor on terus, iya kalo aroma dan suara knalpotnya enak, lah ini kebalikannya. Orang tipe begini biasanya tidak pernah diajarkan tenggang rasa dan empati di ruang publik. Boleh sekali untuk ditendang selangkangannya dari belakang.

Tipe Salah line

Jadi orang ini sebenarnya mau isi pertamax, tapi malah ikut ngantri panjang di jalur pertalite, begitu sadar kalo pertamax mah antrenya di jalur yang lain dia cuman bisa nangis sambil garuk-garuk tanah.

Tipe Salah Nominal

Posisi antrean gue tepat di belakang anak muda ini, gue dengar dengan jelas kalo dia bilang “full bang”, tapi begitu ditagih dia nggak ngerasa bilang full, bilangnya sepuluh. Yang ngisi bego yang petugas juga nggak double check, akhirnya mereka berdua ke pinggir dan pukul-pukulan demi selisih 20k yang nggak tau siapa yang mau bayar. Aneh banget pokoknya.

Tipe bad luck

Kalau isi menjelang malam dan pom udah mau tutup, biasanya akan ada petugas yang memasang plang kalau bensin sudah mau habis. Jadi orang yang berada di depan plang adalah yang akan terakhir dilayani. Gue pernah di posisi orang ini. Gue kira akan aman lah, dapat ini mah, kan antrean gue nggak diputus. Motor gue pas di depan plang yang dipasang petugas. Pas giliran gue maju ke depan dispenser nya, petugas pom bensin bukannya bergegas ngisi motor gue, malah mengeluarkan gesture:

“Mohon maaf mas, pertralitenya sudah habis kak.”

Gue kesalnya ada, malunya banget itu. Sungguh bad luck.

Selain kesal karena nggak kebagian bensin, ya antre gue ini jadi percuma dong. 

KEMBALIKAN 30 MENIT KU.

Tipe Jualan

Karena untuk isi bensin harus buka jok belakang, biasanya orang ini akan menurunkan dulu semua barang dagangannya ke pinggir, kemudian isi bensin, kemudian mengembalikan lagi ke posisi awal, salut sama abang-abang yang begini. Pencari nafkah ulung. Respect

Tidak ada yang lucu dari mereka, hanya rasa ingin menyemangati, karena bawa gembolan begitu pasti berat dan penuh risiko.

Tipe Ngedumel

Pernah gue lagi isi bensin waktu posisi matahari lagi pas diubun-ubun. Ada ibu-ibu di depan gue yang sepanjang antre isinya mengeluh terus. Ya kepanasan lah, ya harusnya tepat antre dikasih atap lah, ya harusnya isi bensin doang nggak perlu antre lah.

Takut banget berdiri ngantre dibelakang tipe orang seperti ini. Takut hasrat gue ingin menutup mulut rombengnya memuncak, jadi gue memilih untuk diam dan menikmati panasnya mentari.

Tipe Neduh

Antre di pom bensin posisinya panas terik juga nih, tapi biasanya ada beberapa pom bensin yang sedikit banyak punya beberapa area teduh gitu. Jadi buat yang takut kulitnya terbakar akibat terkena sinaran UV-A dan UV-B. orang tipe ini akan meninggalkan motornya di antrean kemudian pergi menjauh mencari tempat berteduh. 


Nanti kalau sudah giliran maju, dia akan berlari kecil lagi ke motornya, majuin motor dan balik lagi ke tempat berteduh. Begitu terus sampai semua orang yang antre ikut iri dan mau melakukan hal yang sama tapi bingung. Soalnya tempat berteduhnya cuman cukup buat dia doang.


Dunia memang kadang-kadang tidak adil.

Tipe Aneh

Masa pake sepeda listrik mau isi bensin, Aneh lu.


Mengantre Kenangan...

Aktivitas mengantre di pom bensin memang bukan sesuatu yang menyenangkan atau hiburan yang bikin bahagia. Tapi buat beberapa orang sekadar isi bensin sambil mengajak anak atau istri sambil jalan-jalan sore mungkin jadi sebuah kegiatan yang bisa jadi menyenangkan.


Gue dulu cukup sering diajak bokap keluar cuman buat abtre bensin. Di momen ini biasanya terjadi boys talk. Nggak ngomongin hal yang berat-berat cukup convo ringan yang biasa dilakukan cowok aja. Yang dibahas pun sudah pasti yang nggak ikut.


“Kenapa ibu pemarahan banget ya san?” tanya bokap gue di suatu sore saat kita antre isi bensin mobil.


“Yah, namanya juga ibu-ibu. Kalo anak-anak mah dia nggak ngomel, tapi ngemil” jawab gue ngasal.


Obrolan singkat di pom bensin juga biasanya bermula dan berakhir di sana. Jangan dibahas atau dipanjangkan lagi saat sampai rumah. Kenapa? Ya karena nanti orang yang digosipin bisa tau. Bahaya boss.

Harusnya di ending tulisan ini gue memberi konklusi atau petuah ya. Tapi males lah, emang masih mempan ya memberi pelajaran hidup dari tulisan-tulisan yang nggak banyak yang baca juga. Terakhir gue cuman mau bilang aja sih. Isi bensin kendaraan kalian sebelum keburu habis dan mogok waktu dipake jalan. Sekian. 



0 KOMENTAR:

Post a Comment

Terima Kasih buat yang sudah mampir dan meninggalkan jejak. Nggak perlu spam atau tebar link buat dapat kunjungan balik dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti akan berkunjung balik ke blog kalian. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Artwork Awards Buku Gue Blogwalking Privacy Policy