Day 17 - Mogok
10:17![]() |
| Sosok Hero sesungguhnya... |
Pulang tepat waktu adalah resolusi gue di tahun 2026. Walaupun kantor konsepnya masih fleksibel hour, cuman gue ngerasa pengen punya habit baru yang bikin lebih sehat dan happy aja.
Dulu, gue seringnya berangkat dari rumah sekitar jam 9 atau 10 pagi, nanti sampai kantor bisa jam 11 atau 12 siang. Kemudian pulang sekitar jam 7 atau 8 malam. Begitu terus.
Awalnya happy karena merasa tidak dikekang dan fleksibel, tapi gue ngerasa kaya lebih sering ngantuk dan nggak bisa melakukan banyak hal diluar jam kerja.
Akhirnya gue mutusin buat coba habit baru ah. Yang paling sederhana aja. Contohnya bangun lebih pagi dan pergi ngantor lebih cepat.
2 bulan ini dampaknya sih buat gue bagus ya. Lebih banyak waktu yang bisa dipakai untuk sayang-sayang istri juga hehehe.
Pergi lebih pagi itu kayaknya masuk kategori big movement deh buat gue. Karena sulit banget untuk memulainya. Kalau bangun lebih pagi justru lebih gampang.
Karena banyak hal yang harus dilakukan lagi setelah bangun pagi kan, kaya buang air, ngelamun, scroll-scroll sosmed dulu. Banyak lah. Makanya gue ngerasa bangun pagi bukan core improvement, tapi berangkat pagi. Itu baru keren.
Kebiasaan berangkat pagi juga efeknya domino. Tubuh lebih segar, kalau siang gue nggak cepet ngantuk, dan malam bisa tidur lebih cepat karena sampai rumah juga lebih cepat kan.
Semua aktifitas yang berakar dari berangkat kantor lebih pagi ini berjalan baik dan lancar aja. Sampai di satu malam gue menemukan masalah baru.
Begini ceritanya,
Malam itu gue nyampe parkiran tempat biasa nitip motor sebelum berganti moda transportasi ke KRL. Tidak ada yang spesial. Semua berjalan biasa aja.
Sampai saat gue masuk tempat parkiran, pakai jaket, mengeluarkan posisi motor dari parkiran, sampai di sini semua masih aman terkendali. Sampai tiba saatnya gue menstater motor, masih normal. Gas gue putar ke belakang. Motor mati.
*Deg*
Perasaan apa ini. Seperti dejavu.
Waktu itu istri udah nitip buat dibeliin sate klatak di warung langganan pula. Terus ini gimana gue beli dan pulangnya kalau motor nggak bisa di gas.
Tiba-tiba si abang yang biasa mengatur posisi motor waktu parkir nyamperin gue. Mukanya galak, handuk kecil terselip di kantong belakang celana jeansnya yg udah belel. Dia menatap gue dari kejauhan sambil nanya:
“Napa, bang?”
Gue deg-degan, negornya kesannya kaya gue mau diajak berantem, padahal gue cuman diatas motor, muter-muter gas, sambil pasang muka:
Tolong-saya-saya-bodoh-soal-otomotif-ini-selamatkan-saya 🏳️🏳️🏳️
“Motornya mogok bang, mesin bisa hidup, tapi kalo gasnya diputer mesin mati” pungkas gue ke abang parkir.
“Coba saya cek” si abang berjalan ke arah gue pelan.
“Silakan bang” Gue mempersilakan abang parkir buat menggagahi motor yang gue kasih nama grey ini.
Pemilihan nama grey simple. Karena warnanya abu-abu. Kalo warnanya ungu mungkin gue kasih nama Pasha.
Balik ke si Grey. Abang parkir tampak serius memperhatikan Grey. Dia mulai menurunkan standar dua dan memeriksa ke bagian karburator.
Gue tau dia akan nanya soal karbu, jadi gue langsung bilang:
“Minggu lalu motor baru diservice bang. Udah ganti busi dan bersihkan karbu juga” gue menjelaskan tanpa diminta.
Si abang kembali menatap gue, ditengah keramaian suasana parkir malam itu, gue ingat banget, abangnya menanyakan sebuah pertanyaan yang memang sangat krusial.
“Ada bensinnya nggak nih?”
Merasa diremehkan, gue jawab dengan tegas:
“Wahh nggak tau bang, coba dicek”
Tiba-tiba si Abang membuka tutup bensin, melihat sedikit, kemudia meniupkan udara ke dalam tangki. 2 sampai 3 kali dia meniupkan udara, kemudian dengan cepat menutup kembali tangki bensin.
Jok di tutup, kunci di jok segera dipindahkan ke kontak kunci. Kickstarter diinjak.
Gue tegang.
Motor menyala.
Gue semakin tegang.
Si abang kemudian mencoba memutar gas.
Dan boom, ban belakang berputar dengan kencang. Motor gue tidak mati. Cuman karena di tiup tangki bensinya.
JURUS APA ITU HEYYY???
Gue yang takjub mencoba menjauh sedikit dari posisi awal dan mencari-cari, apa. Apa yang dilakukan abang-abang dengan handuk kecil di celana jeansnya ini? Kok bisa tangki motor gue cuman di tiup-tiup doang, tapi pas di gas motor nggak mati.
Dalam hati gue cuman bisa nge-judge:
“Sihir apa lagi yang beliau pakai?”
Sambil ketawa-ketawa dan membasuh keringatnya, si abang parkiran mengepretkan handuk kecilnya itu ke Grey sambil bilang:
“Ahh kan, bisa di gas. Cuman kedinginan aja ini dia. Pulang gih bang” perintah abang parkir ke gue.
Gue yang masih ngefreeze saking takjubnya, masih mencoba untuk memproses kejadian ini sambil menagih jawaban ke abangnya. Kenapa? Kenapa bisa nggak mati padahal cuman dibuka tutup tangki dan di tiup dua sampai tiga kali. Otak gue masih nggak paham.
“Ini cuman ada udara yang terjebak di ruang tangkinya aja bang, jadi pas pembakaran nggak bisa sempurna karena waktu motor mau di gas, bukannya mengalirkan bensin, malah mengalirkan udara, jadi perlu dibebaskan aja udaranya. Gitu doang” pungkas abang parkir ke gue yang sedikitpun tidak gue pahami :(
Sebagai penyandang gelar ‘mesin its not me’ penjelasan abangnya tadi hanya membuat gue cengok. Sambil masih coba buat gas-gas motornya, gue bilang makasih ke abangnya dengan menyelipkan uang 20 ribu diantara sela-sela salaman.
Abangnya hanya membalas jabatan tangan gue dengan santai dan berkata:
“Hati-hati bang, kalo butuh ditiup lagi, bilang saya aja” senyum dengan gigi yg terlihat tidak beraturan dan sedikit memiliki plak hitam itu menandai perpisahan gue dengan abang parkir.
Bentar, ini kenapa penggambaran perpisahan gue dengan abang parkir menjijikkan sekali.
Gue hanya tertawa sambil mengacungkan jari jempol dan pergi meninggalkan tempat penitipan motor itu.
…
Di perjalanan pulang gue masih coba mencerna masalah dan solusi kejadian tadi. Kalimat ‘kok bisa’ tuh kayak muncul terus. Heran, takjub dan merasa tolol juga sih, kalo cuman niup gitu doang masa gue nggak bisa sih.
Akhirnya di suatu pertigaan, motor gue tiba-tiba menunjukan gejala aneh lagi, jadi kalau gas motor tidak ditahan, motor seperti menunjukan indikasi akan mati, nah pertigaan yang gue lewati ini memaksa gue untuk berhenti dan tidak menarik gas, di situlah motor mati lagi. Iya di pertigaan jalanan ramai, gue dorong motor lagi.
Gue langsung melipir ke pinggir jalan. Coba menstater motor lagi, motor kembali hidup, tapi kalau di gas ya mati lagi. Dua sampai tiga kali gue melakukan itu dan tidak ada perubahan.
Kemudian gue udah menyerah dan ingin mencoba trik abang parkiran tadi. Standar dua langsung gue turunkan, jok dan tutup tangki gue buka. Ada rasa penasaran dan rasa ingin membuktikan juga, apa yang tadi itu beneran atau kebetulan.
Bibir gue udah berada di ujung tangki bensin, sambil berdoa gue coba tiup persis seperti yang dilakukan abang parkiran tadi.
“Fuuhh…fuhhh…fuhhhh”
Tangki dan jok gue tutup, kunci gue kontak ke posisi on.
Kickstarter gue injak.
Mesin motor berhasil hidup.
Gas gue tarik ke belakang.
Motor tetap hidup.
Nggak mati.
LOHHHHH BISAAAA.
Hanya kalimat itu yang terlintas dipikiran gue. Nggak sia-sia investasi 20 ribu untuk trik yang bisa dipakai berkali-kali ini. Gue buru-buru balik ke rumah karena ingin segera menceritakan kejadian ini ke istri.
Sampai rumah gue langsung excited cerita, istri hanya mendengarkan dengan tampang seperti tidak tertarik. Selesai cerita gue tanya:
“Kok kamu nggak amazing sih? Itu kan magic banget tadi”
Sambil memasang tampang lemas istri gue bilang:
“Pengen sih excited, tapi nggak punya tenaga. Aku udah laper dan aku pikir kamu pulang bawa sate klathak yang udah aku chat di WA tadi. Malah bawa cerita tiup-tiup tangki bensin.”
Gue baru ingat tadi harusnya mampir tukang sate dulu. Tapi karena terlalu nggak sabar mau nyeritain ini jadi lupa. Akhirnya istri goreng telur karena udah nggak sanggup lagi kalau harus nunggu gue beli sate.
Malam itu, setelah dia makan dan hidup kembali, dia baru bisa mencerna semua cerita secara utuh. Setelah itu gue dan istri langsung berencana membuka bengkel dengan service utamanya adalah jasa meniup tangki bensin.

.png)
0 KOMENTAR:
Post a Comment
Terima Kasih buat yang sudah mampir dan meninggalkan jejak. Nggak perlu spam atau tebar link buat dapat kunjungan balik dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti akan berkunjung balik ke blog kalian. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^
Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni