MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Saturday, September 12, 2015

Tentang Revisi

Gue adalah orang yang dianugrahi skill gambar secara manual yang sangat minim dari tuhan. Sangking minimnya, dulu, waktu semester satu ada mata kuliah sketsa,  gue lebih banyak berdzikir dibanding latihan gambar sket.

Untungnya dosen sketsa gue nggak jahat, orangnya asik lah. Nggak suka ngejek-ngejek gambar yang dihasilkan mahasiswanya. Gue sempat mikir

“kalo dosennya begini, kayaknya gue ada harapan nih”

Akhirnya gue pun lulus mata kuliah ini dengan riang gembira, dan meninggalkan mata kuliah sketsa dengan senyum kemenangan.

Nah, di semester tiga ini gue ketemu lagi sama dosen sketsa yang akan ngajar mata kuliah Illustrasi, alhamdulilah, karena di ajar sama dosen yang sama, skil gambar manual gue pun bertambah……bertambah parah maksudnya.

Oke, ini mah emang mahasiswanya yang oon, dosen nya mah tetep manteb.

Gue lemah gambar manual, tapi kalo digital jangan ditanya…… Sama lemahnya hahahah. Di tambah lagi kalau objek yang digambar adalah manusia. Mampus dah, gue pengen mati aja kalo tugasnya model beginian.

Di minggu-minggu pertama, tugas illustrasi masih bisa gue handle. Masuk ke minggu ke 5-6.  Tiba-tiba gue pengen berhenti kuliah. Karena tugasnya adalah nge-gambar illustrasi wajah manusia sampai setengah badan. Gila aja, gambar wajahnya aja kadang gue bisa bingung, gimana  pake ada tambahan setengah badan. Amsyong.

Semoga gue bisa melewati terjalnya mata kuiah maha kampret ini.

Tapi, di postingan ini gue nggak mau ngomong banyak soal mata kuliah illustrasi. Gue mau ngenalin kalian sama mata kuliah dengan JS paling tinggi di KRS (Kartu Rencana Studi) gue sekarang. 6 JS, 2 kali pertemuan seminggu. Dan tiap minggu tugasnya bejibun. Dan semua tugasnya adalah menggambar manual.  Muntah, muntah dah ini gue.

Nama mata kuliah ini adalah bahasa Visual. 3 minggu pertama masuk, dosen cuman ngasih teori-teori aja. Ahh gue pun berfikir,

“gini doang mah gampang, ikon, index, symbol, cincailah kalo ini aja”

Dosen masih menjelaskan, dan menjelaskan. Sampai tiba saatnya di minggu ke-4. Gue dan teman-teman sekelas akan mulai menyetok kopi dan indomie lebih banyak buat lembur.

Tugas pertama dari mata kuliah ini adalah, menggambar 8 bentuk ikon yang menggambarkan 2 bayi, anak laki-laki, anak perempuan, wanita dewasa, pria dewasa, pria lansia dan wanita lansia.

Aturannya. Setiap gambar harus melewati 3 tahap penyederhanaan. Karena esensi dari ikon adalah ‘menyederhanakan’ sama seperti Cinta, intinya adalah tentang ‘komunikasi’ kalau di istilah ikon bunyinya begini :

‘jika gambar yang di hasilkan tidak bisa mewakili kesederhanaan objek yang di maksud, berarti gambar ini tidak bisa disembut ikon’

Sedangkan dalam kasus yang berbeda, kali ini cinta, bunyinya bisa berubah menjadi  seperti ini :

‘jika cinta yang dihasilkan tidak bisa mewakili perasaan berkomunikasi yang nyaman satu sama lain, maka hubungan ini tidak bisa disebut cinta’

#Sedap #TibaTibaNyambung #AnakDKVnggakMauRugi

Contoh tugas udah di perlihatkan, cara pengerjaanya juga udah. Sekarang tinggal ngerjain.

Oh iya, di KRS mata kuliah inipunya jatah 2 kali seminggu untuk tatap muka, yaitu hari senin dan rabu. Maka dosen gue pun membuat kebijakan yang ntah meringankan atau justru sebaliknya.

Pilihan pertama :

Jika seminggu kita tetap 2 kali tatap muka, maka tugas yang di kumpul bisa di cicil, yaitu 4 ikon, per- satu kali tatap muka.

Pilihan kedua :

Jika seminggu kita hanya memilih 1 kali tatap muka, maka gambar yang harus di kumpulkan semuanya, yaitu 8 gambar. Modar, modar dah.

Gue jelaskan lagi. Mungkin kalian mengira mata kuliah ini terlalu simple. Mungkin beberapa dari kalian akan berangapan begini,

‘yaelah, bikin ikon doang, take easy lah’

‘halaah, 8 gambar aja, gampang itu mah’

‘pake tangan satu juga bisa gue mah’

Oke, terima kasih untuk tangapannya yang menyepelekan itu. Gue juga awalnya mikir gitu. Ternyata pas contoh tugasnya nongol, tiba-tiba sekelas kompak garuk-garuk kepala. Ternyata efek dari tugas ini bisa menimbulkan ketombe yang berlebih di kepala.

Asumsinya adalah, satu gambar melewati 3 tahap penyederhaan. Maka total yang harus di gambar adalah 8 x 3 = BANYAK.

Ternyata ini lah alasan dosen meminta gue dan semua anak sekelas untuk menjilid kertas hvs kosong sebanyak 200 lembar.

Sebelum bertemu di hari rabu, gue pun dengan semangat apa adanya mengerjakan tugas ini. Mulai nyari gambar, download sana sini, gambar sana sini. Total seharian waktu yang kepake untuk membuat 24 gambar ini. Akhirnya tugas gue selesai. Gue bahagia, tinggal di kumpul. Selesai. Mantab.

Di luar ekspektasi, kirain tugasnya cuman di kumpul, dan udah…. selesai. Ternyata tugasnya di cek satu per-satu. Setiap mahasiswa maju, terus bawa hasil gambar plus lembar konsultasi. Gue pun melonggo sambil menunggu di panggil.

Karena  nama gue berada di absen agak terakhir, jadi rasa tegangnya poll-pollan. Beberapa teman ada yang sudah di nilai. Ada yang dapet B, B-, B+ sampai A-. gue optimis bisa dapet A, dari gambar yang menurut gue udah ‘ikonik’ banget ini. Yapp, semangat mahasiswa semester 3 gitu loh.

Semakin banyak teman-teman yang sudah di nilai, semakin banyak juga yang stress. Ada yang di suruh revisi 2 gambar, ada yang 3 gambar atau ada juga yang hanya merevisi bentuk paling sederhana dari gambar yang udah jadi. Pokoknya pesan-pesannya banyak.

Pas giliran gue maju. Gue udah nggak PD aja. Begitu 200 lembar jilidan kertas hvs yang berisi gambar yang ‘ikonik’ itu gue serahkan ke dosen. Gue dan dosen saling tatap-tatapan, dan dia pun nanya

‘ini gambar apa mas?’

‘bayi pak!’ gue jawab sekenanya.

‘ohh’ dosen cuman ngangguk-nganguk

Gue dalem hati udah teriak ‘AMANNNNN’



Lembar demi lembar dia buka lagi, lagi dan lagi. Awalnya wajahnya sumringah, tapi semakin ke halaman selanjutnya, tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi asam.

Apalagi pas liat gambar yang ini.



Dosen : Ini, tinggal di kasih ballon percakapan jadi meme mas.

Gue : hehe, iya pak, lucu ya

Gue ketawa garing.

Dosen : udah lah, revisi aja ya mas, lagian juga gambarnya setengah semua, cari yg full aja ya.

Gue : revisi pak ? yang mana ? yang kakek meme ini ya ?

Dosen : oh bukan, bukan yang kakek ini.

Yess, semoga yang direvisi cuman satu atau dua gambar doang, gue senyam-senyum karena mengira, tugas pertama ini pasti lolos deh.

Gue : oh, jadi yang mana pak ?

Dosen : revisi, semuanya aja ya mas!

Gue : hah, yang mana pak ?

Dosen : semuanya

Gue : SEMUANYA PAK !!!!!!

Gue pengen loncat dari jendela rasanya, begitu dosennya ngasi tau kalo gue revisi semua. Bangke-bangke. Udah setengah mati gini ngerjainnya. Masa harus di ulang lagi. Gue pengen nasngis. Bahkan pengen mati aja. Super kampret.

Mau nggak mau pun gue harus ngerjain ulang tugas ikon manusia minggu ini dan harus selesai minggu depan. Kirain kalo revisi bisa di kumpul nanti-nanti aja. Ternyata enggak, kuampret.

Selain harus revisi semua gambar ikon manusia, gue juga harus mengerjakan tugas baru, yaitu menggambar 8 ikon hewan. Jadi total gambar yang harus gue kumpul minggu depan adalah 48 gambar. MATI INI GUE, MATIII. Kalau tugasnya digital nggak papa. Lah, ini manual kabehhhh.

Di titik-titik seperti ini lah mental, tanggung jawab dan keseriusan di uji. Gue emang ngasal ngerjain tugas yang pertama. Maka di tugas yang kedua dan revisi ini, gue harus serius. Setiap gue ngelakuin kesalahan dalam perkuliahan, gue selalu ingat wajah orang tua gue. Wajah susah payahnya mereka yang dengan segala upaya ‘nguliahin’ gue jauh-jauh sampai kesini. Nggak mungkin gue akan setega ini mengkhianati mereka dengan memebrikan apa yang nggak mereka inginkan.

Jadi sebelum mulai ngerjain tugas lagi, gue telfonan dulu sama ibu, buat penyemangat.  Selesai telfonan gue langsung hajar semua tugasnya.

Voilla, di malam pertama tepat jam 3 pagi tugas yang revisi selesai semua, untuk merayakan keberhasilan ini, paginya pun gue beli gorengan.  Malam berikutnya. Di sela-sela ngerjain tugas lain, tugas Komputer Grafis karena harus kejar detlen buat di cetak juga, gue juga ngerjain tugas untuk 8 ikon hewan.

Malam pertama selesai 4 gambar, itu pun selesainya malam banget, sekitar jam setengah 2 dan malam ke dua selesai juga semua, dan sama, tengah malem juga. Gue bener-beener di tuntut buat begadang sama mata kuliah ini.

Masalah nilai udah nggak gue pikirin. Bisa lulus dulu aja udah senangnya bukan main ini.
Biar nggak penasaran sama ikon hewan. Gue tunjukin 2 contoh deh buat kalian.





Rabu selanjutnya tiba, giliran gue maju. Gue memberikan hasil gambar, dosen membuka lembaran demi lembaran. Gue pun dengan seksama memperhatikan ekspresi wajah dosen yang seperti tidak berdosa ketika harus menyuuh mahasiswa me revisi semua tugasnya. Beberapa kali dosen gue manggut-manggut kemudian berkata,

‘nahh, gini mas, kalo gambar agak niat ya, jangan buru-buru’

Gue cuman nganguk-nganguk dan pengen pipis aja. Setelah itu dia minta lembar konsultasi gue, untuk di beri nilai.

Hasilnya, tentu saja di luar ekspektasi. Gue kira dapet C aja udah sukur, minimalkan bisa lulus. Tapi, di tengah sejuknya matahari kota malang siang itu, gue specless. Gue dapet nilai A- brooo. Huahahahah.

Gue langsung pamer ke anak-anak yang lain. Sambil bilang

“cukk, dapet A-, cukkk, awak mu oleh opo ? halahh B. LEMAH” WKWKWK, gue ketawa setan.




Rasanya begadang, dan mati-matian ngerjain tugas sebanyak gitu kebayar juga. Pelajaran dari mata kuliah ini bakal gue inget terus. Pokoknya jangan pernah mengerjakan tugas yang satu ini dengan kondisi niat yang setengah-setengah. Harus full niatnya. Udah itu aja sih. Bhayyyy.

oh iya, ini gambar bayi dan kakek-kakek meme, setelah di revisi.



15 comments:

  1. Alhamdulillah aku juga dianugrahi skill gambar yang setara dengan anak SD, haha alias gambaranku lumayan mungkin dibawah rata-rata. Jurusan DKV kayaknya gak cocok dengan orang yang gak jago gambar. Tapi kuat lah buat orang yang ngaku gak bisa gambar tapi sanggup bertahan di jurusan ini.

    Emang iya gambarnya kayak meme. Eh kayaknya aku baru pertama kesini salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklla kalau begitu, gue akan buktiin, orang yang nggak bisa gambar pun bisa di DKV deh wahahaha.

      salam kenal ^^

      Delete
  2. dan ya, saya sendiri ngakak pas liat gambar kakek yang pertaama itu

    ini penjelasannya rumit jadi banyak saya ewati tapi poin seperti penyederhanaannya saya baca walau bingung sih.

    btw, yang terakhir keren tuh gambarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan sama, gue pun ngakak sendiri pas nge gambarnya hahaha.

      hmmmmm, udah gue analogikan dengan cinta padahal iar gampang wkwkw.

      thx ^^

      Delete
  3. Skill gambar gue juga bisa dibilang zonk banget lah. Makanya dulu gue pernah menyiasatinya dengan.... pacaran sama cewek yang jago gambar. Jadi kalo ada tugas gambar, bisq minta tolong hehe..

    Itu gambar kakeknya kayaknya emang cocok jadi meme. Bikin karakter meme baru aja lah.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. luar biasa, kamu memang laki-laki pemberdaya wanita sekali. tjakep lah.

      gue tampung dulu saran yang agak masuk akal ini.

      Delete
  4. Wih keliatannya susah juga ya jurusannya... keknya penuh perjuangan dan kerja keras, kukira gambar itu menyenangkan... tapi ternyata... kalo dibikin ke tugas kuliah itu jadi beda ya...

    Tergantung niat kita juga sih, kalo kitanya emang niat pasti bakalan ada jalan... bener tuh, niat ga boleh setengah2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. apapun yang jadi tugas dan beban studi buat menempuh kuliah biasanya jadi nggak menyenangkan, iya gitu,

      azek

      Delete
  5. percayalah, tuhan memberikan gue anugerah skill gambar yang lebih minim daripada lu. percayalah...
    coba dikasih visualisasi gambar chelsea islan juga diatas.. pasti lebih mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyee tenangm gue oercaya, nggak usah sampai nyembah gue gitu lah, selowww.

      ia mantap,tapi, abis itu nama gue di coret dari mata kuliah ini -_-

      Delete
  6. Yg namanya ikon tuh soal penyederhanaan kan? Sebenernya gambar di atas masih bisa lebih disederhanain lagi, tanpa menghilangkan karakter benda awalnya. Baca tulisan lu, gua jadi kangen kuliah lagi nih hehehe. Sayang jaman kuliah dulu gua belum mulai nulis blog, jadi ga bisa banyak cerita soal kehidupan sebagai mahasiswa DKV.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya semuanya emang bisa di sederhankan lagi, cuman yaitu. penyakit males kadang sudah dateng nggak tau waktu. jadi gue lebih ngikut aturan dosen, cukup 3 tahap penyederhanaan aja, tapi kalao mahasiswa rajin bisa sampai di buat berkali-kali.

      wuihhhh, mahasiswa DKV juga broo? *salaman* SemangART

      Delete
  7. Pantesan, dulu sempet aneh sih sama Arie. Dia kok kuliahnya sibuk amat, begadang mulu buat nugas. Taunya begini ya kerjaan anak DKV. Eh, kamu DKV kan San? Tapi emang iya, sih, jurusan IPA itu emang banyak yang susahnya ketimbang IPS. Bersyukurlah aku di Akuntansi berarti.

    Hahaha aku gak ngerti kenapa itu gambar akhirnya harus jadi item-item gitu. Apa itu yang namanya ikon ya? Dengan skill gambar yang pas-pasan, emng kebayang sih susahnya ngegambar sampe harus begadang gitu. But at least meskipun revisian, tugasnya kelar juga kan. Apalagi dapet A- dan bisa pamer gitu.

    Jadi tiap dapet tugas susah harus teleponan dulu sama orang tua yak biar semangat? Bisa deh nanti dicoba kalo udah kerja~

    ReplyDelete
  8. Masih mending itu gambarnya bisa di mengerti nah gue waktu gambar absurd banget dahhh wkwkwk

    ReplyDelete

Terima Kasih buat kalian yang udah mau ninggalin komentar. Nggak perlu nyepam atau tebar link buat dapat feedback dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti bakal kasih feedback balik. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Back to top