MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Sunday, August 16, 2015

Tentang Kembali...Tersakiti Lagi


Malam ini saya memasangkan headset ketelinga, kemudian mensetting volumenya ke pilihan maksimal, kemudian mulai menscrool daftar lagu yang saya miliki, dan tanpa sengaja ibu jari saya berhenti di lagu ‘Jar of hearts’ dari Christina Perri. 

Parahnya, lagu ini sangat mewakili perasaan saya sekarang ini.  Semakin lama terbawa dalam setiap melodinya, semakin saya sadar bahwa ‘kembali’ kepada masalah itu adalah pilihan yang salah.

Tidak ada perpisahan yang berakhir dengan kebahagiaan. Hanya kemasannya saja kita kuat, tapi di dalam semuanya seperti porak poranda di terjang banyak luka.

Saya semakin yakin bahwa tidak ada alasan bahagia yang dilandasi dengan ‘kembali’. Saya meyakini bahwa hanya ada satu kebahagiaan yang bisa didapatkan dari kembali, yaitu ‘tersakiti lagi’


Saya hampir kenyang dengan janji, kenyang dengan semua pengandaian. Mulai sekarang biarkan saya menutup semua buku yang bercerita tentang anda. Saya akan mengikatnya dengan kawat terkeras di muka bumi ini. Membungkusnya dengan kain yang lebih tebal dari pada kain paling tebal yang ada di bumi ini.

Lalu menaruhnya ditempat yang tak akan mungkin bisa di jangkau oleh siapapun.

Lagu jar of hearts ini masih berdengung kencang di telinga, nyaring, bahkan sangat nyaring, kemudian saya merebahkan tubuh kurus dengan komposisi 30% daging dan sisanya tulang rapuh yang habis di makan kekecewaan ini.

Saya melemparkan pandangan ke penjuru kamar, dan berhenti di sebuah titik, kemudian berfokus akan satu benda, frame hitam yang mengantung tepat di sebelah meja belajar itu mengusik pandangan saya. Ada tulisan dari sticky note berwarna kuning yang bertuliskan “cepat pulang” di sudut kanan bawahnya.

Saya kemudian menutup mata, mencoba untuk melawan memory tentang kapan dan kenapa saya menuliskan kalimat seperti itu di frame tadi.

Dengan segala ke gontaian yang teramat sangat, saya mencabut sticky note  itu dan menaruhnya di bawah selipan kasur. Saya masih belum bisa menghilangkannya secara abadi. Seperti perasaan ini yang masih akan terus meminta dan meminta dia untuk kembali.

Saya lelah, saya harus menjadi orang yang benar-benar baru lagi. Memulai semua omong kosong ini dengan orang baru lagi. Mungkin saya  akan mengistirahatkan diri untuk tidak terlibat dengan apapun yang berhubungan dengan ‘rasa’

Terasingkan dalam sebuah kebutuhan zat endorfin mungkin akan sangat terasa bagi tubuh saya. Pikiran saya memerintah untuk mencari pengganti zat endorfin yang baru, tapi hati saya menolaknya. Saya masih belum sembuh. Saya butuh waktu lama untuk bisa kembali. Untuk bisa memulai dan untuk bisa menjalani.

Perang yang terjadi didalam diri saya tidak berhenti sampai disana. Saya masih harus bertarung melawan nafsu. Saya harus kebal dan tahan dengan segala kebiasaan yang dulu biasa kami lakukan. Saya harus terbiasa tanpa kehadiran sipapun , tak diingatkan oleh siapapun dan tak di inginkan oleh siapapun.

Saya membuta, ini lebih baik dari pada saya bisa melihat tapi yang tertangkap oleh mata saya hanya sebuah kegagalan.

Saya tidak mengutuk sebuah kegagalan. Saya hanya sudah puas, rasanya terlalu banyak kegagalan yang terjadi dalam hidup saya.

Saya ingin memutusnya. Pergi dan tak kembali lagi ke dalam pelukannya.

Selamanya….

….

Gue masih libur kuliah dan bingung mau ngapain. Tadi pagi gue baca tweetnya si keribo adi tentang tantangan-tantangan gitu. Intinya kita di ajak membuat sebuah cerita dimana didalam cerita itu harus memuat 3 dari 5 panca indra yang kita miliki, kita disini maksudnya adalah manusia ya, mohon kejelian teman-teman.

Nah tulisan gue diatas adalah tentang penyesalan cowo yang udah salah milih untuk kembali, dia pikir kembali adalah jalan untuk bisa baghagia lagi, ternyata enggak, ternyata dia malah di sakiti lagi, di lupakan lagi dan di tinggalkan lagi, emang rada gak nyambung sih sama lagu yang gue pake, tapi yaudahlah ya. Gue memakai indra pendengaran ( lagu jar of hearts), indra pengelihatan (frame hitam) dan yang terakhir indra peraba (mencabut sticky note).

Ini pertama kalinya gue menggunakan penyebutan sudut pandang orang pertama dengan kata ‘saya’ sorry kalo masih agak kaku, gue juga masih belajar beginian hehehe, cawww yaks.

15 comments:

  1. hmmmm... gue udah lama ikutan tantangan ini, malah kayaknya pake kelima indera muahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm iaaa, gue kudet yoggg, gue kudet ampun kan gue.

      Delete
  2. Di postingan selanjutnya gue masukin link ini ya san. \(w)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. wajib!!! nggak masukin gue rebonding rambut lu di.

      Delete
  3. yaelah... saya kira cerita yang baper gitu yng bikin orang ngegalau dengan pengalaman pribadi.

    Eh tahunya fiksi

    itu bru 3 bang
    indra pengecap dan penciumannya gimana terus apa gk pake indra keenam gitu biar wow

    ReplyDelete
    Replies
    1. yahhh ini kan sekalian di jadikan ladang untuk curhat, baper-baper jijik gituuu.

      Delete
  4. Anjir... gue kirain lo lagi galau Yam, gue udah niat banget mau nge-bully lo, sok-sokan pake POV Saya segala, nggak taunya lagi ikutan tantangannya si Adi haha

    Tambahin lagi Yam, pake indra warkop atau raditya indra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue udah 19 tahun bang, udah bukan zamannya lagi buat galau-galauan, emang gue elo hahahah

      Delete
  5. Merdekaaaaaaaaaa. Sekali merdeka tetap merdeka. Hari kemarin tepatnya 17 Agustus 2015 Seluruh Warga Indonesia memperingati HUT RI yang ye 70tahun. Semoga Indonesia ini semakin maju dan berkembang. Terima kasih para pahlawan yang sudah berjuang. || https://goo.gl/I5WCU8 || https://goo.gl/zSFz8Z || https://goo.gl/x90KdY || https://goo.gl/IKFJax || https://goo.gl/hxTAQe || https://goo.gl/sDh7Dm ||

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Hehehe iya nih, baru belajar juga. Thx ya udah mau baca ^^

      Delete
  7. menurut gue ceritanya kurang rapi, hanya saja kata kepemilikan "saya" yng baru pertama lo pake masih kaku hhe
    wajar kalau menurut gue kalau gak terbiasa memakai kata kepemilikan yang biasa kita pake, gue juga kadang suka ribet sendiri kalau nulis yang gak biasa. Apalagi kalau gak biasa ketemu mantan sebulan sekali... #eh

    ReplyDelete
  8. Huf padahal setuju sama Bang Edotz, kalo kamu galau aku udah mau hura hura gitu deh hahahaa.

    Not bad, lah. Sebenernya nggak pake pov saya pun (kalo mau tetep gue), nggak masalah. Feel sakitnya tetep kerasa kalo aku baca. Apa ini pas akunya lagi baper ya? Gatau deh. Tapi over all, buat cowok tengil kek kamu, nulis beginian udah lumayan. Kalo kelima indranya dimasukin lebih keren lagi deh~

    ReplyDelete
  9. ya ampun perumpamaanya keren banget .. segitunya 30% daging dan sisanya tulang yang rapuh karena kekecewaan . halaaah :D

    ReplyDelete

Terima Kasih buat kalian yang udah mau ninggalin komentar. Nggak perlu nyepam atau tebar link buat dapat feedback dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti bakal kasih feedback balik. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni

Back to top