30 Days Writing Challenge

Maafkan tulisan tangan yang mantap banget ini :(


Di Awal ramadan 1447 hijriah ini ada satu keinginan dari awal gue menulis blog sampai hari ini yang belum sempat gue wujudkan.
Namanya adalah mencoba #30DaysWritingChallenge. Dulu sekali gue sempat punya keinginan untuk memulai ini. Tapi bersamaan dengan itu juga niat untuk memulainya selalu hilang dan luntur begitu saja.

Alasannya beragam. Takut jelek lah, takut nggak konsisten lah, Takut 2028 presiden nya si dia lagi lah. Pokoknya takut.


Soalnya gue masih suka tiba-tiba blank aja kalo nggak pernah nulis terus tiba-tiba duduk depan laptop dan menatap kanvas kosong google docs. Apa ini. Apa yang mau gue tulis. Ah capek ah mending nonton Youtube.


Project ini juga sekalian mau gue jadikan ajang latihan, setelah sekian lama tidak menulis secara konsisten, jadi pengen bener-bener mulai dari nol dan mengembalikan ritme menulis biar konsisten lagi. Karena konsisten adalah koentji. Apalagi ini dilakukan selama bulan ramadan, semoga aja bisa lebih barokah. Amin. Lumayan buat menemani ngabuburit, kan.


Oh iya, alasan lain kenapa project ini tidak jalan adalah karena gue belum tau mau memulai model challenge ini seperti apa. Karena seingat gue dulu itu modelnya banyak banget. 


Contoh 30DWC dari blog random yang bernama forum keadilan

Ada yang konsepnya memulai dengan pertanyaan sehari-hari. 


Biasanya modelnya begini: 


Apa hal paling membanggakan dalam hidup mu?


Apa 3 barang yang selalu kamu bawa?


Atau,


Apa latar belakang pendidikan Wapres kita?


Nanti sebagai pemilik blog gue akan menjawab 30 pertanyaan model seperti ini dalam format postingan blog. Seru ya. Dulu sih seru nggak tau sekarang. Kayaknya udah nggak seru ya, yaudah deh ngak jadi. #KokGampangNyerah #Tendang.


Ada juga yang formatnya fokus dengan lokasi.  Where? Di mana? Tempat apakah itu? Biasanya judul postingannya kurang lebih seperti ini:


Di mana pertama kali kamu bertemu pasangan?


Di mana tempat yang kamu tuju waktu lagi sedih?


Atau


Dia aslinya lulus di mana sih?


Sebenarnya nggak ada aturan khusus sih untuk formatnya mau seperti apa. Intinya kan menulis konsisten selama 30 hari. Mau bahas apapun kayaknya nggak ada yang berhak dan punya banyak waktu luang untuk menilai kalau ini salah atau ini yang benar.


Yang jadi masalah kadang kita nggak tau dia ini beneran lulusan kampus itu atau bukan sih. *prittttt* *Offside mas*.


Gue sempat bingung juga mau pakai format seperti apa. Sampai akhirnya gue mulai nyadar, kayaknya ribet juga kalo harus panjang-panjang gitu judulnya.


Sebagai seorang desainer (ah, kepake juga kalimat ini) less is more. Jadi gue kepikirannya ya format judulnya satu kata aja cukup. Nanti dari satu kata itu gue bisa bebas cerita soal apa aja. 


Intinya ya soal satu kata yang jadi judul di postingan itu. Apa nama challenge nya gue ganti aja ya, dari #30DaysWrittingChallenge jadi #30DaysKerjaNyataGibran  #30DaysOneWorldTittleChallenge. Ah sepertinya kurang menarik ya. Nggak jadi deh.



Isi postingannya akan seperti apa dan seputar apa sih? Harusnya sih nggak jauh dari opini sotoy atau cerita-cerita yang pernah gue alami tapi belum pernah ditulis aja ya. Sekarang mah yang gampang-gampang aja lah yak 🙂‍↕️


Sejauh ini yang gue kepikiran dan kayaknya bisa nih kalau format nya ‘cuman’ begini. Ya ini, ya. Nggak tau pas eksekusi nanti bagaimana. Doakan aja lah lancar dan tidak berakhir sebagai wacana.


Format udah ketemu, sekarang bagian waktu postingnya. Karena goals utamanya adalah konsistensi, sudah pasti pengennya posting setiap hari. Jadi satu hari satu postingan baru.


Itu rencananya ya.


Kalo nggak bisa ya, yaudahlah ya posting sebisanya aja. Kalau dalam bayangan gue sih, gue nulis malam, paginya posting. Gitu terus. Thanks to blogger juga yang punya fitur scheduling post. Jadi gue bisa posting di waktu yang sama dan konsisten selama 30 hari itu.


Untuk panjang tulisan kayaknya juga nggak bakal yang panjang-panjang banget dan nggak yang pendek banget juga. Mengingat intensitas waktu jeda dari satu tulisan ke tulisan berikutnya pendek, kayaknya gue juga nggak sanggup kalau harus nargetin misal 1000 kata per post. Jadi ya sebisanya aja.


Harusnya beberapa kriteria tadi sudah cukup ya. Sisanya gue tinggal menulis setiap hari selama 30 hari. Konsisten tanpa bolong. Udah. Cukup.


Untuk lebih memudahkan menulis dan membuat rapi pengarsipannya. Gue kayaknya akan listing 30 judul yang akan gue tulis di postingan ini. Tujuannya buat guideline dan kalau ada ide untuk judul tulisan tertentu gue bisa langsung switch ke sana. Jadi, inilah daftar 30 tulisan yang gue udah kepikiran:


Day #01: Iklan


Day #02: Rokok


Day #03: Bengkel


Day #04: Angka


Day #05: Idola


Day #06: Supermarket


Day #07: Film


Day #08: Antre


Day #09: Sukses


Day #10: Nama


Day #11: SMK


Day #12: Kuku


Day #13: Jakarta


Day #14: Pom Bensin


Day #15: Pulang


Day #16: Jamu


Day #17: Telat


Day #18: Musik


Day #19: Stasiun


Day #20: Diskon


Day #21: Motor


Day #22: Notifikasi


Day #23: Rumah


Day #24: Hujan


Day #25: Ronde


Day #26: Bandara


Day #27: Circle


Day #28: Paddle


Day #29: Bounding


Day #30: Selesai


Link di atas akan selalu gue update sampai challenge ini selesai. Jadi buat yang mau baca dari awal bisa langsung ke postingan ini aja, dan nikmatilah tulisan-tulisan gue yang anehnya luar biasa.


Sampai bertemu di cerita pertama challenge ini. Gue pamit dulu mau ngejar Transjakarta nih. Wacaw.

1 KOMENTAR

  1. Pernah ingin buat challenge ini sejak lama, tapi masih bingung harus mulai dari mana. Jadi sampai hari ini baru bisa jadi pembaca challenge seperti ini. Di blog Kevin Anggara misalnya

    ReplyDelete

Terima Kasih buat yang sudah mampir dan meninggalkan jejak. Nggak perlu spam atau tebar link buat dapat kunjungan balik dari gue. Cukup rajin kasih komentar gue pasti akan berkunjung balik ke blog kalian. Kalian senang gue juga Senang, double deh senangnya ^^

Yang Ngetik -@Ichsanrmdhni