MULAILAH TERTAWA SEBELUM KALIAN PUBER

Tuesday, January 1, 2019

Karma

“lo jangan duduk di sebelah gue” Yuka mendorong-dorong bahu gue sambil alisnya dinaik turunkan dengan pandangan yang mengarah ke orang-orang yang sedang sibuk keluar masuk, melewati sepasang pintu kaca model dorong yang cukup besar.

“lahh, kenapa gitu, gue kan juga bayar monyong, terserah gue ah mau duduk di mana” gue tetap memaksa duduk disebelahnya, ‘menggaNjal’ pantat gue agar muat duduk di kursi itu.

“San, plis”.

“apaan”.

“LO JANGAN DUDUK DI SEBELAH GUE, INI KAN MEJA TUNGGAL BANGKE, KALO LO DI SEBLAH GUE, LO OFFSIDE”.

“ahh, nggak papa, dari pada gue duduk di depan lo, pemandangannya ngga enak” gue tetap memaksa duduk sambil memepetkan kursi gue ke kursi Yuka.

“pemandangan apaan, sih emang”.

“lo liat aja sendiri!”.

Wednesday, November 14, 2018

Menunggu Wisuda


Setelah melewati sidang yang begitu ala-ala dan revisian yang nggak pernah selesai. Gue akhirnya wisuda. Cukup lama sebenarnya waktu yang gue buang-buang dari tanggal selesai sidang ke tanggal wisuda.

3 Agustus gue sidang.

6 Oktober baru wisuda.

Yah. 2 bulan menggangur dan leha-leha tanpa masa depan yang jelas.

Oh iya, hal pertama yang gue lakukan setelah beres sidang jelaslah hal yang berfaedah. Yaitu:

UPDATE INSTA STORY DONG!

WOYY GUE LULUS WOYY.

BOSAN NIH, MENJALANKAN IBADAH PUASA. SIDANG SKRIPSI AH.

SAYA KERJA DI MANA YA ALLAH :(

Sunday, July 29, 2018

Masih Membahas Skripsi

‘kamu mau sidang sebelum lebaran, nggak?’
‘mau, pak!”
‘yaudah, cepet selesaikan, pameran, terus urus surat sidangnya’
‘batasnya sampai kapan pak?’
‘seminggu dari sekarang’
‘INALILAHI’
***
Salah satu target dan menjadi resolusi sekaligus bucket list gue dalam menjalani hidup yang fana ini adalah bisa sidang skripsi sebelum lebaran dan bisa lulus tepat di semester 8. Selain agar terlihat keren ya karena UANG KULIAH GUE MAHAL. Siapa yang mau bayar kalo gue nambah semester?
Keinginan ini udah gue canagkan jauh-jauh hari. Karena waktu melihat jadwal skripsi dan lebaran, waktunya mepet banget. Bahkan lebih pendek dari biasanya.
Tahu sendiri kalau sebelum hari lebaran tiba, instansi pasti udah libur h-7 nya. Makanya sebelum libur itu datang gue harus udah sidang.
Banyak sekali drama-darma biadab yang terjadi sebelum gue sidang. Mulai dari syarat-syarat sebelum sidang yang ribetnya ampun-ampunan. Karena gue kuliah jurusan DKV (buat yang belom tahu, gue jelasin lagi. DKV adalah kependekan dari Desain Komunikasi Visual)

Friday, June 8, 2018

Memulai Skripsi

Semester 8 (delapan) ini gue termasuk orang yang beruntung diantara temen-temen yang lain. Gue nggak ada mengulang matkul, ipk juga lumayan, wajah juga masih tetap tampan.

Barakallah.

Berbeda dengan temen sekelas gue yang lain. Ada yang belum ngambil skripsi karena masih kesandung ngulang banyak matkul. Ada juga yang sibuk bisnis dan merelakan kuliahnya dinomorduakan dulu. Atau yang paling parah ada yang sibuk jadi gigolo.

Sementara gue? sebenernya pengin juga loh nunda-nunda ngambil skripsi ini. Cuman bingung aja, kalo gue nggak ngambil sekarang gue ngapain? Ngulang matkul juga enggak. Punya bisnis apa lagi. Nah kalo yang terakhir boleh itu.

Setelah gue hitung-hitung lagi, semester ini, temen sekelas yang ngambil skripsi cuman 13 orang dan 5 diantaranya udah give up. Udah bodo amat, mereka kompak mengulang semester depan aja.

Monday, May 28, 2018

Ingat, Ya! Sikap-Sikap ini Wajib Kamu Hilangkan Saat Liburan di Jepang

Siapa yang tidak ingin pergi ke Jepang? Negeri sakura memang selalu menarik untuk dikunjungi, dengan kekayaan budaya yang tidak kalah dibandingkan Indonesia. Banyak festival yang selalu digelar dan diramaikan oleh anak muda, orang tua, hingga wisatawan pun tak jarang diajak terlibat di dalamnya.

Selain keindahannya, masyarakat Jepang punya tatanan budaya yang tidak boleh dilanggar. Etika dan sopan santun sangat dijunjung tinggi di negara yang sudah sangat maju ini. Jadi, kalau kamu sudah punya tiket pesawat ke sana, atau masih berencana untuk berlibur ke Jepang, tidak ada salahnya sedikit memelajari aturan-aturan, terutama larangan yang tidak boleh dilanggar di Jepang. Apa saja?

1. Aturan Tegas Soal Sumpit
Sumber: Zorie Huang- flickr.com

Untuk alat makan khas ini, masyarakat Jepang mempunyai peraturan sendiri saat sedang makan. Misal, dilarang menancapkan sumpit ke semangkok nasi. Konon, tingkah ini akan menjadikan sumpit seperti dupa bagi arwah leluhur yang sudah meninggal, atau dengan kata lain, kode kematian.

Saturday, March 24, 2018

Mampus Lo!

2018 kok udah datang aja ya. Bingung gue gimana menyikapi tahun ini. Tahun ini cukup memilki banyak hal yang berkaitan dengan ‘masa berlaku’. Karena tahun ini plat motor gue yang dibawa buat kuliah di Malang masa berlakuknya udah mau habis.

Tahun 2018 juga masuk masa berlakunya SIM C gue yang juga udah mau habis, dan yang paling membuat makan tak nyaman dan tidur tak tenang adalah. Tahun 2018 gue masuk semester 8.

It means masa studi gue udah mau habis.

WAKTUNYA SKRIPSIAN JENDRAL!!!

Diantara banyaknya masa berlaku-berlaku ini, gue berasa jadi bego sendiri. Kayak kemarin waktu ngurus STNK motor di Samarinda. Gue lupa kalau STNK motor gue mati hampir 7 bulan. Pas gue inget-inget lagi, kok bisa mati? Lalu gue sadar, karena tahun 2017 kemarin kan gue nggak ada pulang kampung tuh, sibuk magang yang ala-ala itu.

Saturday, March 3, 2018

Ritual Menatap


Perempuan selalu terlihat menarik dalam kondisi apa pun. Berbeda dengan cowo, gandengan tangan pas nggak sengaja jalan seblahan dan berdempetan aja bisa langsung di judge homo sama society. Perempuan juga bebas mau ditaksir oleh siapa aja. Adek kelas, kakak kelas, teman sekelas. Semua terasa begitu normal.

Kalau cowok?

Dan jelek?

Jangankan ada yang naksir. Nggak ada yang ngeludahin aja udah syukur.

Nah, cowo ini adalah gue waktu zaman SMP. Waktu itu masih tahun ajaran baru. Gue nggak pernah nyangka kalau akhirnya gue bisa lulus SD dan masuk SMP. Perasaan gue dulu, SD itu lama banget. Terasa lama bukan berarti masa-masa SD gue tidak menyenangkan. Justru sebaliknya. Terlalu menyenangkan, sampai akhirnya gue berada di titik jenuh dan ingin keluar dari zona nyaman ini.

*Now Playing (Fourtwnty-Zona Nyaman)*

Sunday, January 14, 2018

Yang Patah yang Tumbuh

Tidak bisa dielakkan. Segala sesuatu yang pernah tumbuh nantinya akan patah juga.
Akan tumbang juga, akan hilang.
Lalu musnah untuk selama-lamanya.

Seperti pohon yang dirawat mulai bibit, disiram setiap hari, diberi pupuk, kemudian diambil hasilnya. Ntah bunganya, buahnya, atau bahkan hanya daunnya.

Yang mungkin tidak terpikirkan adalah ketika sebelum waktunya panen, pohon itu sudah layu, sudah tumbang duluan, kemudian menghilang.

Jumat, 12 Januari 2018, kemarin.
Teman saya Bayu akhirnya pergi meninggalkan kita semua.
Layu ditelan dunia.

Walaupun tubuhnya terlihat kaku, saya tahu bahwa itu adalah proses menuju layu yang sesungguhnya.

Saya sudah tidak bisa menggambarkan kesedihan yang dialami. Baik orang tua, keluarga hingga teman yang ditinggalkan.

Terlalu banyak memori yang tiba-tiba terputar secara otomatis di kepala saya.
Hitungan pertemanan yang bukan hari atau bulan lagi. Tapi hampir 7 tahun, membuat saya masih tidak percaya tentang ini semua. Bahkan 3 tahun terakhir ini hanya wajah dia yang saya lihat ketika bangun pagi.

....

Untuk semua hal yang telah terjadi, pengalamannya, baiknya, buruknya. Semuanya sudah saya simpan rapih.

Tidak ada gunanya bersedih.
Ini hanya masalah waktu.
Kita semua nantinya pasti patah juga, pasti layu.
Lalu kaku.

Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk melawan atau menundanya.
Yang sekarang bisa kita lakukan adalah berdoa.
Berdoa untuk diri sendiri.
Berdoa untuk orang-orang yang kita sayangi.
Kemudian berdoa untuk orang-orang yang terlebih dahulu meninggalkan kita.

Seperti menanam pohon, tidak peduli bibit pohon apa yang ditanam, pupuk termahal apa yang diberikan, kalau memang waktunya pohon itu layu. Maka layulah dia.

Mohon doanya untuk teman saya. Semoga segala amal ibadahnya senantiasa diterima, dihapuskan segala dosa dan kekhilafannya selama ini, dilapangkan jalannya, dan diberikan tempat sebaik-baiknya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.


Selamat jalan, Bayu.

Tuesday, November 21, 2017

Magang Part #4 (Drama Ojol)

Baca cerita sebelumnya dulu di sini. 

Karena udah bingung, gue pun tetap pesan ojek online. Bodo amat dah, jadi gembel, gembel dah. Yang terpenting sekarang gue harus nyampe kantor dulu. Urusan duit, dihitung nanti aja.

Gue pesen gojek. Eh di cancel.

Order pake grab. Eh di cancel lagi.

Nyoba uber. Eh di cuekin. Iyalah, soalnya gue beneran nguber-nguber ojek online yang lewat secara manual, mereka bukannya berhenti, eh malah pada nyuekin gue.

Saturday, November 11, 2017

Magang Part #3 (Rush Hour)

Baca cerita sebelumnya dulu di sini. 

“mas kartu saya ketelen nih, gimana nih, wah parah!?” gue nanya sambil mau nangis ngomel ke petugas Indo*maret.

“wahh, mas korban ke-3 hari ini berarti. Kayaknya mesinnya emang lagi rusak, mas” si petugas memberi keterangan yang sangat bangsat.

KALO TAHU RUSAK KENAPA NGGAK DI KASIH TULISAN, WOYYYY!!!

INI KARTU ATM GUE GIMANA YA ALLAH :(

Sore itu setelah ngambil duit, atm gue ketelen dan nggak keluar-keluar lagi. Gue langsung stress. Mana sekarang udah hari Jumat. 

Dan udah sore.

Friday, November 3, 2017

Magang Part #2 (Gue Panik)



Baca cerita sebelumnya dulu di sini. 

Di mana-mana, yang namanya mencari kotsan itu selau merepotkan, ya. Susah banget ketemu kost yang harga, susasana, dan tempatnya strategis. Dari tiga hal ini selalu aja kita cuman bisa dapat dua.

Harganya murah, terus suasana enak tapi lokasinya jauh.

Atau.

Suasananya enak nih, lokasinya juga strategis. Kemana-mana deket. Ehh harganya ngajak berantem.

Atau.

Tempatnya mantap, harganya juga pas, eh suasana kostnya, udah kayak markas belanda yang terbengkalai karena ditinggal ternak lele.

Thursday, September 28, 2017

Magang Part #1 (Perawalan)

Setelah fix diterima magang di salah satu agency di daerah Jakarta Barat. Gue menemukan masalah-masalah baru. Mulai dari naik apa ke Jakartanya lalu tinggal di mana selama di sana. Karena hidup gue tidak pernah di planing dengan baik, akhirnya gue membiarkan saja semuanya terjadi begitu saja. Pokoknya let it flow aja dah.

Dalam surat magang, gue menuliskan akan memulainya per tanggal 22 Mei, padahal pameran tugas akhir di kampus baru kelar tanggal 18 Mei, sore hari. Mepet banget memang. Gue juga nggak memperhitungkan kapan enaknya mulai magang dan nggak tahu kapan acara pameran yang maha kampret ini akan selesai. Yaudah, gue ngasal aja nulis tanggal mulai di surat pengajuan magang.

Tanggal 18 Mei, malam hari. Gue iseng cek harga tiket pesawat dari Malang ke Jakarta. Masyaallah, harga tiketnya mahal banget. Kalau gue tetap ngotot naik pesawat, sampai di Jakarta bukannya magang gue malah harus jual ginjal dulu untuk menutupi biaya hidup.

Saturday, August 12, 2017

Ajang Pencarian Bakat dan Suara Misterius

Gue suka nonton acara-acara pencarian bakat. Terutama bakat dibidang tarik tambang suara. Dari yang paling keren kaya American Idol. Sampai yang paling absurd kayak Arab idol. Nonton Arab idol itu udah kaya nonton lomba hafidz. Lagu apapun yang mereka nyanyikan, semua terdengar seperti ‘mengaji’ di telinga gue.

Kalau di Indonesia hampir semua acara pencarian bakat suka gue tonton. Tapi, gue paling suka nonton waktu bagian audisinya aja. Indonesian idol, X-factor, sampai D’academy dangdut.  Tapi yang paling keren waktu nonton audisi ‘aku anak Biskuat’ sih. Itu juara banget. Semua terlihat natural dan tanpa dibuat-buat.

Gue selalu suka nonton bagian audisnya. Nggak tahu kenapa gue suka aja ngetawain penderitaan orang.

Monday, July 24, 2017

Magang dan Sosial Media

Howayyyyy, ih gila ya. Udah umur 21 tahun. Udah ngeblog 6 tahun opening blog masih gini-gini aja, nggak ada kemajuan. Dasar gue ganteng.

Yha,

Dan jokesnya pun masih gitu-gitu aja.

Kalo gue awali postingan ini dengan kalimat “bingung nih mau posting apa” kira-kira akan menimbulkan reflek apa ya dari netizen?

Bulan July ini gue belum ada posting satu tulisan pun, loh. Parah. Selain sibuk magang gue juga bingung, apa lagi dari diri gue ini yang bisa diceritain. Kayaknya semua berjalan gitu-gitu aja. Nggak ada yang begitu wah dan membuat netizen bertanya-tanya:

“ihh, Ichsan ngapain tuh.”

“ihh, Ichsan bikin apa tuh.”

Atau

“ih, Ichsan kena kasus apa tuh.”

Friday, June 16, 2017

Jalanan dan Problematikanya

Gue termasuk orang yang cukup banyak menghabiskan waktunya di jalanan, bukan. Gue bukan pengamen atau tukang minta-minta. Gue cukup sering lama di jalan karena kejebak macet atau nonton orang yang habis kecelakaan.

Di jalanan setiap harinya selalu ada hal yang menarik, selalu ada hal kampret yang membuat kita kesel dan pengin ‘nyumpah’. Nggak terkecuali gue. Gue termasuk ke dalam orang yang suka ngomel-ngomel kalo lagi di jalan. Liat ada yang aneh aja di jalanan pasti gue ngomel sendiri.

Sebenarnya selain macet, ada banyak hal yang bikin kita kesel waktu lagi berkendara di jalanan. Beberapa yang baru-baru ini gue alami udah gue tulis di bawah. Yaudah langung aja, ini adalah tentang jalanan dan problematikanya, here we go:

Monday, May 8, 2017

Kunjungan Pagi

Semua cowo pasti pernah punya kenangan tentang cewek yang tidak sengaja bertemu disebuah tempat dan langsung suka. Bodohnya cowok-cowok ini tidak berani berkenalan dan wanita itu pun pergi begitu saja. Hilang begitu saja. Lalu jadian sama teman dekat kita.

YA ENGGAK LAH.

Gue adalah salah satu diantara daftar cowok bodoh itu. Ceritanya begini. Sewaktu hari pertama masuk SD gue adalah anak yang pendiem banget. Gue pendiem bukan tanpa alasan. Pertama, waktu itu hari pertama masuk SD. Kedua, orang tua gue nggak ada yang nemenin pas hari pertama masuk SD. Ketiga, karena gue nggak TK.

Demi tuhan, beban mental yang disandang anak SD yang tidak pernah TK itu berat teman-teman. Kebanyakan anak di SD itu adalah temen-temen mereka di TK. Sedangkan gue. Gue nggak pernah mendapatkan masa keemasan itu. Hasilnya gue jadi cowo kesepian di hari pertama masuk SD.

Thursday, April 20, 2017

Karena Hal Sederhana ?


Waktu lagi sendiri dan bingung mau ngapain, kita suka mengingat-ingat beberapa hal bodoh yang seharusnya dulu tidak kita lakukan. Kita sering menyepelekan sebuah kekecewaan. Rasanya ini hal sepele, padahal kalau kita letakan kaca pembesar di sana, bisa jadi kekecewaan yang dulu itu sebuah kekecewaan yang besar.

Waktu masih kelas tiga SD, gue pernah menyesal karena mandi hujan  sendirian selepas istirahat sekolah. Gue mandi hujan sendirian karena teman-teman gue masih mau hidup lebih lama di bumi ini. Mereka takut dimarahi guru sekaligus takut dimarahi orang tuanya ketika ketahuan pulang sekolah dengan keadaan tidak seperti anak SD pada umumnya.

Baju gue basah kuyup, mata gue merah, ketek gue belum berbulu, gue pun pulang dan meninggalkan tas serta buku-buku pelajaran di sekolah. Btw jarak dari rumah gue ke sekolah cuma sekitar 40 langkah. Selesai bilas di rumah, rencananya gue mau balik ke sekolahan lagi. Tapi, dunia terlalu kejam.

Wednesday, March 1, 2017

Pake Kamera Hape Saya Ya

Sebelum kalian tersesat lebih jauh, ada baiknya baca postingan sebelumnya di sini. Biar nggak hilang arah. cukup ‘dia’ aja yang hilang-hilangan. Baca cerita gue jangan.

***
Mungkin kalian pikir, perkara membuat SIM ini terdengar gampang dan biasa aja. Ini memang belum seberapa, perjuanggan yang sesungguhnya barulah akan dimulai.

Map sudah ditangan. Karena bingung harus gue apakan map dan data-data yang udah dibawa ini, gue pun melihat-lihat ke arah orang-orang yang juga sudah mempunyai map. Dan ternyata kita semua sama. Sama-sama bingung.

INI MAPNYA DIAPAIN YA ALLAH :(

Thursday, February 23, 2017

Paling D

Gue tadi nggak kuliah pagi. Nggak tau kenapa perasaan gue males aja hari ini untuk bangun jam 7 dan berangkat ngampus. Jadinya gue memilih untuk melanjutkan tidur dan bangun jam 11 siang. Ia gue ngebo. Masalah?

Sebenarnya jam 1 lewat 10 nanti ada mata kuliah lain yang harus gue ikutin. Tapi, nggak tau kenapa perasaan gue berkata:

MENDING LANJUT TIDUR AJA.

Karena gue percaya sebuah quote dari filsuf terkenal yang berkata: jika kamu tidak tahu harus percaya kepada pendeta atau pendusta, maka percayalah pada perasaan mu sendiri.
Gue pun memilih kembali tidur. Karena gue sangat percaya dengan perasaan ini. Jam 11 gue bangun lalu lanjut tidur. Jam 1 gue kebangun buat pipis. Mengecek hape. And you know what? DOSENNYA NGGAK MASUK.

Perasaan memang nggak pernah salah.

Thursday, February 9, 2017

Perjuangan Membuat SIM

Sebenarnya sudah lama gue ingin menulis soal ini. Yha, prihal pembuatan SIM. Sewaktu liburan semester kemarin, karena nggak ada kerjaan dan gak punya kesibukan yang berarti juga, akhirnya iseng-iseng gue pengin bikin SIM. Perkiraan gue bikin SIM C dan SIM A pasti nggak berbeda jauh. Berbekal pengalaman waktu bikin SIM C yang memang hanya membutuhkan waktu satu hari (tanpa nyogok). Gue pun mantab untuk meneruskan rekor itu.

“hari ini harus langsung jadi”

Kalimat itulah yang gue ucapkan ketika baru bangun tidur dan bersiap pergi ke kantor polisi. Jarak dari rumah ke kantor polisi itu cukup jauh, gue harus menyebrangi sungai dan melewati gunung. Gunungnya kebetulan bukan gunung kembar seperti yang ada di otak kalian.
Back to top